Ramalan Menteri Said: 2017, Harga Minyak Dunia Rebound

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Sudirman Said memberikan keterangan pers sebelum dibukanya Bali Clean Energy Forum 2016 di Nusa Dua, Bali, 11 Februari 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    Menteri ESDM Sudirman Said memberikan keterangan pers sebelum dibukanya Bali Clean Energy Forum 2016 di Nusa Dua, Bali, 11 Februari 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menilai harga minyak dunia akan mengalami kenaikan atau rebound pada tahun 2017 mendatang.

    "Pada tahun depan, harga minyak dunia diperkirakan naik (rebound) sebagai hasil dari kesepakatan beberapa negara produsen minyak untuk menahan produksinya," kata Sudirman di Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 19 Februari 2016.

    Beberapa negara produsen minyak yang sepakat menahan produksinya itu, lanjut Sudirman, adalah Arab Saudi, Rusia dan Venezuela yang ditambah dengan Iran juga bersedia ikut dalam upaya stabilisasi harga minyak tersebut.

    Menurut dia, harga minyak dunia idealnya sedang-sedang saja, berada di level yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Jika harga minyak terlalu rendah, industri minyak dan gas (migas) akan mati.

    "Jadi tahun depan saya rasa rebound itu tidak akan terlalu tinggi, apabila harga minyak terlalu tinggi, negara produsen minyak, akan memproduksi minyaknya secara tinggi, sehingga harga minyak kembali tertekan," ujarnya.

    Sudirman melanjutkan, harga minyak dunia diperkirakan mulai naik, karena persaingan antara negara produsen sudah hilang dan semua pihak menjadi korban dengan penurunan harga komoditas ini.

    "Banyak prediksi pada tahun 2017, ketika negara produsen minyak sudah lelah bersaing, mungkin nanti akan menemukan keseimbangan," kata dia.

    Sudirman Said memperkirakan harga minyak dunia akan berada di kisaran 30-40 dolar AS per barel apabila Iran ikut serta dalam persetujuan penahanan produksi ini.

    "Syukur-syukur, ada persetujuan lebih lanjut rapat khusus OPEC (Organization of Petroleum Exporter Countries) yang membahas ini," kata dia menambahkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?