Permintaan Mawar dan Cokelat Valentine Melonjak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang mahasiswa menyerahkan bunga mawar saat berlari telanjang bersama dua puluh anggota persaudaraan Alpha Phi Omega dalam tradisi tahunan

    Seorang mahasiswa menyerahkan bunga mawar saat berlari telanjang bersama dua puluh anggota persaudaraan Alpha Phi Omega dalam tradisi tahunan "Lari Persembahan" di Quezon, Filipina, 14 Desember 2015. Ratusan mahasiswa ikut menyaksikan tradisi unik ini. AP/Bullit Marquez

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Walau muncul pro-kontra Valentine setiap 14 Februari, permintaan bunga mawar dan cokelat menjelang acara meningkat hampir empat kali lipat. Di hari biasa, permintaan mawar merah hanya 200 batang. Tapi sekarang melonjak hingga 700 batang.

    Mawar yang dijual di pasaran untuk Valentine biasanya jenis mawar satu batang. Harganya pun melonjak. Mawar merah pada hari biasa dijual Rp 5.000, sedangkan pada Valentine Rp 7.500 sampai Rp 10 ribu. Mawar putih dan merah muda per batang naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu. “Kami mendatangkan dari Batu, Jawa Timur,” kata Wahyu, karyawan toko bunga Edelweis di kawasan Kota Baru Yogyakarta, hari ini, Kamis, 11 Februari 2016.

    Pasar bunga di Yogya, kata dia, bagus. Omset penjualan ketika Valentine naik hingga Rp 5 juta sehari.

    Mereka yang datang rata-rata mahasiswa dan muda-mudi dari berbagai tempat. Pembeli bisa memesan bunga mawar yang telah dirangkai, yang dibanderol Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. “Mereka banyak datang ketika malam Valentine,” kata Wahyu.

    Marketing cokelat Monggo, Yessie perwitasari, mengatakan, menjelang Valentine, pabrik cokelat di Kota Gede ini menyiapkan produk khusus berisi 10 jenis cokelat. Harga satu kotaknya Rp 160 ribu. “Cokelat kemasan khusus ini sekarang banyak diminati,” ujarnya.

    Pengunjung rata-rata membeli ke pabrik. Ada pula yang memesan secara online. Bahan bakunya dari Sulawesi, Sumatera, dan Jawa Timur. Mereka mengambil bahan baku dalam bentuk setengah jadi atau remahan dari kelompok tani skala kecil.

    Harga cokelat bervariasi, mulai Rp 16 ribu hingga Rp 195 ribu. Selain melayani pembeli di pabrik dan gerai, produk cokelat Monggo juga tersebar di 400 toko di Jawa dan Bali. Cokelat ini juga banyak ditemukan di minimarket. Cokelat ini didistribusikan ke Jawa, Bali, Makassar, dan Lampung. Selain itu, dia melayani pembelian secara online ke Inggris dan Singapura.

    Cokelat Monggo menggunakan bungkus kertas daur ulang dan kertas bersertifikat ramah lingkungan dari Forest Stewardship Council atau FSC. Bungkusnya ada yang berhias gambar karakter wayang, yakni Punokawan, Petruk, dan Semar. Pendiri pabrik Cokelat Monggo ialah warga Belgia, Thierry Deltournay. Dia menamai cokelat itu "monggo", sebab punya arti ekspresi keramahan dalam tradisi Jawa.



    SHINTA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!