Meski Pro Kontra, Ridwal Kamil Dukung Proyek Kereta Cepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meninjau miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Menteri BUMN, Menteri PUpera, Menteri LHK, dan pihak-pihak lainnya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Presiden Jokowi meninjau miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Menteri BUMN, Menteri PUpera, Menteri LHK, dan pihak-pihak lainnya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan tetap mendukung kelanjutan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, meskipun menuai polemik di sejumlah kalangan.

    "Saya tetap mendukung 100 persen kereta cepat Jakarta-Bandung," kata Ridwan Kamil saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9 Februari 2016).

    Menurut Emil sapaan Ridwan Kamil, keberadaan kereta cepat itu dapat membantu pertumbahan ekonomi baik Jakarta dan Bandung. Sebab, dengan pembangunan kereta cepat itu nantinya bisa terkoneksi dengan light railways transit (LRT) dan monorel yang ada di kota Bandung.

    "Ini bukan hanya urusan Jakarta-Bandung, tetapi dengan keberadaan kereta cepat ada tiga pusat pertumbuhan ekonomi baru di Karawang dan Walini. Bahkan, ribuan orang nanti akan bekerja di situ," jelasnya.

    Karena itu, dirinya sangat berharap moda transportasi baru tersebut dapat segera terwujud walaupun di tengah berpolemik.

    "Kalau ini terwujud maka ekonomi akan dapat dipercepat. Karena dengan adanya ini bisa terkoneksi dengan baik, khususnya Jakarta-Bandung, karena secara bisnis dan feasible  lebih baik, tanpa menyampingkan daerah lain," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.