Ford dan Harley Hengkang Karena Tak Berbasis Komponen Lokal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana servis center dan penjualan mobil Ford di Jakarta, 26 Januari 2016. Keputusan Ford Motor Indonesia untuk mundur akan dilakukan pada paruh kedua 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana servis center dan penjualan mobil Ford di Jakarta, 26 Januari 2016. Keputusan Ford Motor Indonesia untuk mundur akan dilakukan pada paruh kedua 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyebutkan hengkangnya agen PT Ford Motor Indonesia, PT Mabua Harley Davidson, dan PT Mabua Motor Indonesia dari Tanah Air karena tak memiliki basis komponen dalam negeri. “Maka akan rentan pada nilai tukar,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, dan Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Surya Wirawan, Jumat, 5 Februari 2016.

    Putu menjelaskan, agen yang tidak punya basis komponen di Indonesia akan semakin terjepit karena pemerintah Indonesia sedang memperketat impor barang konsumsi. "Namun kita tetap membuka impor barang baku, penolong, dan capital goods atau barang modal," katanya.

    Baca juga: Kemenperin Keberatan Jika Harus Awasi Ford

    Sementara, menurut Putu, untuk impor barang konsumsi saat ini sudah diperketat dengan adanya pajak pertambahan nilai barang mewah (PPNBM). Hal tersebut yang membuat keagenan yang hanya memperdagangkan produk konsumsi, otomatis akan melihat pasar Indonesia sudah tidak cocok lagi. "Kalau industri tidak ada masalah," tuturnya.

    Lebih jauh, Putu menyatakan, tidak perlu ada yang dikhawatirkan terkait hengkangnya dua perusahaan yang notabene hanya punya bisnis perdagangan di Indonesia itu. “Justru yang harus diperhatikan adalah kalau industri yang punya nilai tambah di sini itu malah goyang.”

    Baca juga: Impor Mahal, Penggila Harley Harus Ngerem Beli Motor Baru

    Putu menuturkan, selama ini bisnis keagenan yang masuk ke Indonesia tidak punya nilai tambah dan tidak menyerap banyak tenaga kerja.  Sementara, dalam industri setidaknya terdapat struktur yang mengharuskan menyerap tenaga kerja lebih banyak, misalnya tenaga kerja di bagian pengadaan barang, produksi, atau pemasaran.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.