Airbnb Mulai Ganggu Bisnis Perhotelan di Amerika Serikat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Rawa Bebek di Jakarta Timur, 6 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Suasana bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Rawa Bebek di Jakarta Timur, 6 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertumbuhan bisnis rumah sewa (Airbnb) yang signifikan akan mengancam penaikan tarif kamar hotel harian di sektor industri perhotelan, menurut sebuah laporan koran USA Today.

    Menurut hasil penelitian dari CBRE Hotels Americas Research, para wisatawan maupun pebisnis menghabiskan US$2,4 miliar untuk akomodasi alternatif yang dikenal dengan istilah Airbnb tersebut sejak Oktober 2014 hingga September 2015, menurut koran itu sebagimana dikutip hotelnewsnow.com, Kamis (4 Februari 2016).

    Disebutkan bahwa angka itu merupakan 1,7% dari pendapatan sebesar US$141 miliar yang diperoleh hotel selama periode yang sama. Akan tetapi, apa yang terjadi adalah sebuah lonjakan pendapatan rumah sewa dibandingkan eriode yang sama tahun sebelumnya.

    Pada pertemuan Americas Lodging Investment Summit baru baru ini, CEO Choice Hotels, Steve Joyce, mengatakan Airbnb tampaknya tidak akan pernah surut dan akan hidup bersama dengan aturan yang diberlakukan industri perhotelan selama ini. Artinya mereka juga membayar pajak, memperhatikan soal keamanan, dan mematuhi aturan, menurut laporan itu.

    Joyce juga mengatakan bahwa Choice akan mengembangkan platform vacation rentals yang juga berdampak pada bisnis perhotelan itu sendiri. Akomodasi alternatif tersebut bukan tidak mungkin akan menjadi masa depan bisnis perhotelan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.