Indonesia Kembangkan Teknologi Terowongan Layang Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Direktur Utama Pt. MRT, Dono Boestami saat melihat bor Antareja saat menembus di Stasiun Senayan, Jakarta, 23 Desember 2015. Bor Antareja yang berdiameter 6,7 meter, telah berhasil membuat terowongan jalur bawah MRT sepanjang 321 meter dari titik Patung Pemuda Senayan hingga menembus titik Stasiun Senayan. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Direktur Utama Pt. MRT, Dono Boestami saat melihat bor Antareja saat menembus di Stasiun Senayan, Jakarta, 23 Desember 2015. Bor Antareja yang berdiameter 6,7 meter, telah berhasil membuat terowongan jalur bawah MRT sepanjang 321 meter dari titik Patung Pemuda Senayan hingga menembus titik Stasiun Senayan. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia sedang mengembangkan teknologi terowongan layang bawah air atau Submerge Floating Tunnel (SFT) oleh Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PTIST BPPT).

    Perekayasa Bidang Transportasi BPPT, Bambang Rumanto, mengatakan bahwa terowongan layang bawah air telah diteliti sejak 2006 dan sudah diujicobakan di laboratorium BPPT.

    Di antaranya diujicobakan di laboratorium Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (BPPH) Surabaya, untuk menguji kestabilan fisik dari tunnel dan uji scoring di Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) Yogyakarta untuk melihat sejauh mana kerusakan di dasar dan di pinggir tunnel setelah terpasang.

    "SFT juga telah diuji struktur di Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur ( B2TKS) untuk melihat bentuk terbaik dari tunnel. Pada awalnya tunnel berbentuk oval, tapi setelah diuji coba maka tunnel yang berbentuk lingkaran lebih stabil dan tidak tenggelam," kata Bambang ketika dihubungi Bisnis.

    Namun begitu, teknologi canggih yang dikembangkan oleh anak negeri ini hingga kini belum dapat segera di rasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    "Yang kami harapkan dari pemerintah adalah keinginan untuk menggunakan dan memanfaatkan hasil riset para peneliti. Jadi tidak hanya sebatas ujicoba laboratorium. Bukan tidak mungkin dari SFT dengan bentangan 150 meter, dapat kami jadikan sebagai bahan untuk pengembangan lebih jauh misalnya alternatif jembatan Selat Sunda," tutup Bambang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.