Pengaruh Bursa Saham Asia, IHSG Diprediksi Melemah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset PT NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan pada perdagangan hari ini indeks harga saham gabungan (IHSG) dimungkinkan melemah berada pada support dan resisten 4495-4512.

    Menurut Reza, dengan volume yang tipis, minimnya katalis positif, baik dari dalam maupun luar negeri, serta beberapa indikator teknikal yang terus melebar menjauhi sinyal positifnya, IHSG dimungkinkan dapat bergerak melemah.

    "Meski di satu sisi kami masih berharap akan adanya rebound, di sisi lain kami berasumsi IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dengan masih diikuti aksi net sell asing. Tetap cermati sentimen yang ada pada laju IHSG," kata Reza Priyambada dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 21 Januari 2016.

    Laju bursa saham Asia kembali berada di teritori negatif setelah IMF merilis hasil pengamatan perihal proyeksinya terhadap ekonomi global. IMF memangkas 0,2 persen dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya.

    Data ini membuat sejumlah bursa saham Asia pun tak berdaya, terlebih bursa saham Jepang yang terpaksa harus tutup melemah lebih dari 3 persen.

    Lalu, S&P masih memberikan outlook negatif terhadap keadaan ekonomi di Indonesia. Kata Reza, tak heran bila IHSG tertekan menjelang penutupan, di mana pelaku pasar melakukan aksi jual di tengah perdagangan yang terbilang sepi dan volume transaksi yang lebih rendah dibanding hari biasanya.

    Bursa saham Asia memang dibuka melemah cukup dalam untuk merespons sentimen global tersebut. IHSG, yang mencoba menguat, pada akhirnya tak terbendung oleh tekanan jual investor sehingga turut melemah mengikuti bursa saham Asia.

    Di akhir penutupan IHSG, berkurangnya transaksi jual asing turut didukung penguatan laju Rupiah. Meski demikian, asing masih tercatat jualan (dari net sell Rp 335,81 miliar menjadi net sell Rp 276,6 miliar).

    DESTRIANITA KUSUMASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.