Proyek Listrik Pertama 35 Ribu Watt Berhasil Diuji Coba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengerjakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo di desa Maleo, Pohuwato, propinsi Gorontalo, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

    Pekerja mengerjakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo di desa Maleo, Pohuwato, propinsi Gorontalo, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo berhasil melakukan uji coba tegangan untuk masuk ke dalam sistem kelistikan Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo). Pembangkit listrik ini merupakan unit pertama yang rampung dalam proyek listrik 35 ribu megawatt.

    Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri, mengatakan, progres pembangunan PLTG Gorontalo ini terbilang cukup cepat. PLN sudah memasang 4 unit mesin pembangkit kapasitas 25 MW.

    PLN juga telah menjalankan pengetesan panel dan trafo di Gardu Induk (GI) PLTG Gorontalo dan semuanya berjalan dengan baik. “Jika hasilnya stabil seperti ini saya optimistis proses masuk sistem akan segera terealisasi dalam 24 jam ke depan," kata Machnizon Masri dalam siaran persnya, Jumat, 15 Januari 2016.

    Machnizon mengatakan hal tersebut dalam uji coba tegangan PLTG Gorontalo yang dilakukan hari ini. Acara ini juga dihadiri Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie. Peresmian PLTG Gorontalo dilakukan pada September 2015 lalu dengan kapasitas 4x25 MW.

    Untuk keseluruhan pemasangan, dua pembangkit dipastikan telah berhasil melalui sejumlah uji coba, mulai dari uji coba tegangan, pengecekan kabel konduktor dan isolator, pengecekan panel serta uji coba penyaluran tegangan masuk melalui Gardu Induk. "Masuknya 2 unit pembangkit berkapasitas 25 MW ini akan menambah 50 MW sistem kelistrikan Sulutgo," kata Machnizon.

    Saat ini beban puncak di Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Sulutenggo) pada siang hari mencapai 325 MW, sementara daya mampu pasok 320 MW. Khusus untuk Gorontalo daya mampu hanya sekitar 50 MW, sementara beban puncak mencapai 80 – 85 MW . “Dengan masuknya system PLTG Gorontalo ini, akan menjadi jawaban akan kurangnya listrik di wilayah Sulutenggo, khusunya Gorontalo dan mampu meningkatkan rasio elektrikfikasi hingga 84,4 persen ” kata Machnizon.

    Sementara itu, untuk dua unit mesin lainnya akan segera masuk sistem listrik Sulutgo pada akhir Februari mendatang. Machnizon mengatakan, cepatnya pengerjaan proyek PLTG Gorontalo ini sebagai wujud nyata keseriusan PT PLN (Persero) untuk mengejar target pembangunan tenaga listrik 35.000 MW yang menjadi program prioritas pemerintahan Joko Widodo -Jusuf Kalla dalam bidang infrastruktur kelistrikan.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.