Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara Gelar 'Open Air 15'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan keindahan pantai Lakban di Teluk Buyat, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, 1 Desember 2015. Keindahan pantai lakban memang menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Minahasa Tenggara. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Pemandangan keindahan pantai Lakban di Teluk Buyat, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, 1 Desember 2015. Keindahan pantai lakban memang menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Minahasa Tenggara. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.COJakarta - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Sulawesi Tenggara memperkenalkan agenda pariwisata yang akan digelar tiap bulan, "Open Air 15".

    "Kami sebut ‘Open Air 15’ maksudnya dilaksanakan terbuka pada tanggal 15 bulan di langit atau malam bulan purnama setiap bulannya," kata Kepala Disparekraf Sulawesi Tenggara Zainal Koedoes, di Kendari, Jumat, 15 Januari 2016.

    Zainal mengatakan kegiatan itu pada dasarnya sebagai wadah penyaluran kreativitas seniman atau pegiat seni untuk menampilkan hasil kreasinya. "Selama ini banyak pegiat seni yang kesulitan mengekspresikan hasil karyanya karena tidak ada wadah atau momen. Sehingga kita siapkan wadah dan momennya melalui ‘Open Air 15’," katanya.

    "Open Air 15" ini juga menjadi upaya merangkul pelaku ekonomi kreatif dan seniman. "Kalau ada anggaran berlebih, kita mainkan di tempat terbuka, tapi kalau tidak ada sponsor, kita sudah menyiapkan gedung di Sapta Pesona Baruga," kata Zainal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.