Satu Perusahaan BUMN Akan Melantai di Bursa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Medan Merdeka Selatan. Jakarta, 2 Oktober 2010. Dok.TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH.

    Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Medan Merdeka Selatan. Jakarta, 2 Oktober 2010. Dok.TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara tengah menyiapkan satu perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K. Ro mengatakan rencana penawaran saham perdana (initial public offering) tersebut dijadwalkan pada tahun ini. "Ada dua perusahaan yang sedang bersiap. Mereka adalah PT Brantas Abipraya dan PT Perkebunan Nusantara VII," ucap Aloysius di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2016.

    PT Brantas merupakan perusahaan yang bergerak di sektor kontruksi. Sedangkan PTPN VII mengelola empat bidang, yaitu karet, kelapa sawit, gula, dan teh. Kendati dua perusahaan yang tengah bersiap, Kementerian hanya menargetkan satu saja yang akan berubah status menjadi perusahaan terbuka.

    Privatisasi merupakan salah satu langkah Kementerian untuk mengembangkan kinerja BUMN. Selain menawarkan saham ke publik, privatisasi juga menyasar empat perusahaan yang dianggap sudah tidak berprospektif. Perusahaan itu adalah PT Merpati Nusantara Airlines, PT Kertas Leces, PT Kertas Kraft Aceh, dan PT Iglas.

    Aloysius menjelaskan proses privatisasi terhadap empat perusahaan itu akan berjalan bertahap. Kementerian tidak bisa langsung melepas semua saham milik pemerintah dan menawarkannya kepada investor. Merpati misalnya, setelah tidak beroperasi sejak Februari 2014, pemerintah sedang mempelajari peraturan tentang penawaran ke investor.

    Lebih lanjut, dalam roadmap BUMN dalam jangka menengah kementerian juga bakal mendorong sinergisasi. Presiden Joko Widodo, kata Aloysius, menyambut positif rencana sinergisasi, khususnya pembentukan holding.

    Menurut Aloysius, setelah holding di sektor pertambangan, Kementerian akan meneruskannya ke sektor perkebunan dan logistik serta perdagangan. "Di sektor perkebunan diharapkan ada hilirisasi dari produk minyak kelapa sawit dan gula."

     ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.