Pasca Ledakan, 100 Personil Brimob Amankan Bandara Soetta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel kepolisian dari Satuan Brimob melakukan patroli di kawasan Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 30 Desember 2015. Sekitar 100 orang anggota Brimob disiagakan menjaga keamanan bandara menjelang pergantian tahun baru. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Personel kepolisian dari Satuan Brimob melakukan patroli di kawasan Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 30 Desember 2015. Sekitar 100 orang anggota Brimob disiagakan menjaga keamanan bandara menjelang pergantian tahun baru. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 100 anggota kepolisian dari Brimob diterjunkan untuk melakukan pengamanan di Bandara Soekarno-Hatta.

    "Ada 100 anggota Brimob yang diterjunkan untuk pengamanan pasca ledakan di Sarinah Jakarta," kata Humas Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan yang dihubungi, Kamis (14 Januari 2016).

    Ia menjelaskan, pengamanan oleh aparat dilakukan di semua terminal dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap semua barang bawaan penumpang.

    Begitu juga dengan kendaraan yang keluar dan hendak masuk kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Petugas melakukan pemeriksaan secara random terhadap mobil yang dicurigai.

    "Pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan yang dicurigai. Mulai yang akan masuk dan keluar kawasan Bandara," ujarnya.

    Yudis juga mengatakan bahwa keamanan di Bandara Soekarno-Hatta telah ketat. Namun, dengan adanya ledakan di Sarinah, maka keamanan akan lebih diperketat. Apalagi sudah ada imbauan dari Kementrian Dalam Negeri terkait peningkatan keamanan siaga satu di semua daerah.

    "Kita serahkan keamanan kepada kepolisian dan TNI. Kita akan terus berkoordinasi agar tak ada masalah dalam hal penerbangan," ujarnya.

    Sebelumnya, pantauan di lapangan menunjukkan aparat keamanan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang masuk ke kawasan bandara soekarno-Hatta.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar M Iqbal di lokasi kejadian mengatakan, seluruh pelaku sudah berhasil dilumpuhkan dan kondisi gedung Jakarta Theater sudah dalam penguasaan kepolisian.

    Ia menyebutkan status kondisi keamanan Jakarta dari semula waspada, kembali ke kondisi seperti sebelumnya.

    Total korban tewas dari kejadian tersebut berjumlah tujuh orang, empat dari pelaku, satu petugas kepolisian, dan dua warga sipil. Satu warga asing diduga menjadi korban meninggal dari insiden tersebut. Sedangkan korban luka ada dua orang, satu dari kepolisian dan satu warga sipil.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.