Baggage Handling System: Cegah Pembobolan Bagasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang duduk di dekat mesin pembawa tas, milik maskapai Southwest Airlines. Sejumlah penerbangan di bandara Baltimore/Washington International Thurgood Marshall Airport ditunda, akibat ada permasalahan teknis pada Federal Aviation Administration. Baltimore, Maryland, 15 Agustus 2015. Rob Carr / Getty Images

    Sejumlah penumpang duduk di dekat mesin pembawa tas, milik maskapai Southwest Airlines. Sejumlah penerbangan di bandara Baltimore/Washington International Thurgood Marshall Airport ditunda, akibat ada permasalahan teknis pada Federal Aviation Administration. Baltimore, Maryland, 15 Agustus 2015. Rob Carr / Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan menyebut dibutuhkan adanya kerjasama dengan pihak maskapai untuk mengawasi keamanan bagasi para penumpang

    Humas PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan Awaluddin mengatakan pengawasan bagasi penumpang merupakan tanggung jawab antara Angkasa Pura dan maskapai.

    Pasalnya, pihak Angkasa Pura tidak dapat memantau kegiatan pengaturan bagasi di dalam pesawat.

    "Di perut pesawat, kami tidak bisa memantau pengaturan bagasi ini karena tidak ada CCTV dan tugas maskapai sehingga perlu koordinasi untuk meminimalisir pencurian bagasi," ujarnya kepada, Rabu (13 Januari 2016).

    Saat ini Bandara Sepinggan telah menerapkan Baggage Handling System dengan Hold Baggage System (BHS-HBS) di mana sistem ini membuat penumpang maupun campur tangan manusia tidak banyak bersentuhan dengan bagasi, setelah di screening oleh mesin X-ray.

    Sistem ini akan mengurangi celah pembobolan bagasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

    Sebab, semua sistem bongkar-muat barang dari dan ke pesawat dilakukan secara otomatis dengan menggunakan mesin.

    "Penggunaan sistemnya itu alatnya X-ray itu secara otomatis. Kita jamin sangat aman. Alat itu akan mendeteksi barang penumpang. Hanya mesin yang jalan dan hanya dijaga oleh teknisi dan security yang menjamin alat tersebut berfungsi. Apabila ada barang penumpang yang diangkat dari mesin ini, maka akan mati dan tidak jalan, jadi aman," terang Awaluddin.

    Untuk diketahui, penggunaan sistem BHS-HBS ini baru digunakan oleh 3 bandara di Indoneisa yakni Bandara Sepinggan, Bandara Kualanamu Medan, dan Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.