Korea Akan Fasilitasi 500 Produk Unggulan RI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengamati karya yang ditampilkan dalam eksibisi Ordinary Negotiation untuk memperingati 40 tahun peringatan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan, di Lotte Shopping Avenue, Jakarta (13/10). Istimewa

    Pengunjung mengamati karya yang ditampilkan dalam eksibisi Ordinary Negotiation untuk memperingati 40 tahun peringatan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan, di Lotte Shopping Avenue, Jakarta (13/10). Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Korea Selatan akan memfasilitasi 500 produk unggulan Indonesia hingga 2020. Bantuan fasilitas ini diberikan oleh perusahaan-perusahaan besar Korea. Hingga kini tercatat sudah tujuh perusahaan yang mengawal produk ini.

    Menurut Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, I Wayan Dipta, terdapat 2.200 perusahaan besar Korea yang potensial membantu produk unggulan Tanah Air. Melihat banyaknya perusahaan itu, Wayan yakin kerja sama ini akan efektif. "Dengan Korea, komitmen mereka cukup konkret," kata Dipta di Jakarta, Rabu, 13 Januari 2015. Untuk pendanaan fasilitasi ini, kata Dipta, diserahkan sepenuhnya pada pihak Korea.

    Target per tahun produk yang akan difasilitasi juga akan ditentukan oleh Korea. Belum tahu berapa banyak produk tambahan yang akan difasilitasi, namun Dipta optimistis target pada tahun 2020 akan tercapai.

    Saat ini sudah ada tujuh produk yang difasilitasi oleh perusahaan besar Korea. Perusahaan-perusahaan ini di antaranya adalah Samsung yang memfasilitasi produk kain tenun, Hana Bank yang memfasilitasi produk kerajinan tangan. Selain itu ada pula Lotte yang memfasilitasi produk yang akan dijualnya kembali seperti keripik Wonosobo dan kopi.

    Lebih jauh, Dipta menjelaskan beberapa bentuk fasilitasi itu akan dipilih oleh perusahaan Korea setelah melihat bagian mana yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan. "Kalau di pemasaran (yang masih minim), akan dibantu pemasarannya. Kalau di alat, maka alatnya yang akan dibantu.”

    Kerja sama fasilitasi ini sudah ditandatangani sejak 2013 silam. Dengan adanya kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pasar untuk produk unggulan. Di Indonesia sendiri perusahaan yang ada sebanyak 5 ribu perusahaan. Sayangnya, perusahaan ini dinilai belum berkontribusi secara aktif.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.