Pengeboran Lapindo, Menteri Siti Hubungi Gubernur Jatim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya memberi makan orang utan yang diselundupkan ke Thailand saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 12 November 2015. Orang utan tersebut diangkut pesawat Hercules dengan pengawasan penuh dari TNI Angkatan Udara, Dokter Hewan, Paramedis dan Keeper (pawang) kedua negara, serta perwakilan Duta Besar RI untukThailand. TEMPO/Subekti

    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya memberi makan orang utan yang diselundupkan ke Thailand saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 12 November 2015. Orang utan tersebut diangkut pesawat Hercules dengan pengawasan penuh dari TNI Angkatan Udara, Dokter Hewan, Paramedis dan Keeper (pawang) kedua negara, serta perwakilan Duta Besar RI untukThailand. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya langsung menghubungi Gubernur Jawa Timur Soekarwo begitu mendengar Lapindo Brantas Inc. berencana kembali melakukan eksplorasi di titik yang tak jauh dari pusat semburan lumpur panas.

    "Nanti saya suruh cek," kata Siti saat ditemui di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan usai bertemu dengan para ahli hukum dan lingkungan, pada Jumat 8 Januari 2016.

    Di hadapan wartawan, Siti Nurbaya menelepon langsung Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk menanyakan hal itu. Dalam percakapan itu, Soekarwo mengatakan bahwa ia sudah mengirimkan surat kepada Menteri ESDM terkait rencana Lapindo ini.

    Selain itu Soekarwo juga mengatakan bahwa dirinya meminta eksplorasi Lapindo tak dilakukan terlebih dahulu sebelum ada persetujuan dari masyarakat.

    Perusahaan minyak dan gas Lapindo Brantas, Inc berencana kembali mengebor Sumur Tanggulangin 1, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Eksplorasi diperkirakan dimulai pada awal Maret 2016.

    Jika beroperasi kembali, kapasitas Sumur Tanggulangin 1 diperkirakan 5 juta meter kubik per hari. Jika digabung dengan sekitar 30 sumur yang sudah beroperasi di Sidoarjo, total produksi gas 8 juta meter kubik.

    DIKO OKTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.