INACA: ASEAN Open Sky Menguntungkan Maskapai Nasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Boeing B777-300ER saat berada di Hanggar 2 Garuda, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang ,Banten (31/7). Pesawat dengani fasilitas First Class ini rencananya akan melayani rute Jakarta-Jeddah untuk ibadah Haji dan Umroh.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Pesawat Boeing B777-300ER saat berada di Hanggar 2 Garuda, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang ,Banten (31/7). Pesawat dengani fasilitas First Class ini rencananya akan melayani rute Jakarta-Jeddah untuk ibadah Haji dan Umroh.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - - Asosiasi perusahaan penerbangan nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carrier Association (INACA) optimistis maskapai nasional akan mampu bertumbuh dengan adanya pemberlakuan  liberisasi sektor penerbangan ASEAN (ASEAN Open Sky).

    "Kami, semua anggota INACA, dan pelaku usaha penerbangan sejak awal melihat ke depan: Open Sky bisa memberikan kemakmuran buat maskapai nasional," kata  Ketua Umum INACA, M. Arief Wibowo di kantor Garuda Indonesia, Jakarta Pusat, pada Jumat, 8 Januari 2016.

    Arief yang juga Direktur Utama Garuda Indonesia itu mengatakan tahun ini menjadi momentum bagi maskapai di Indonesia untuk memiliki akses yang besar ke pasar ASEAN. Semua maskapai nasional kini sudah semakin menguatkan jaringan penerbangan, tak hanya utama tapi juga perintis.

    "Pelaku usaha maskapai nasional sudah masuk bandara kecil. Ini menjadi bagian penting untuk faktor keberhasilan mengambil manfaat Open Sky," katanya.

    ASEAN Open Sky memperbolehkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara melakukan penerbangan langsung ke sejumlah kota di negara anggota dalam lingkup Masyarakat Ekonomi ASEAN. Oleh sebab itu, Arief mengungkapkan titik masuk dan keluar dari Open Sky akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

    "Sekarang bagaimana ekspansi lebih kuat tidak hanya penumpang tapi juga dari penerbangan cargo."

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.