Kementerian Pertanian Akan Inseminasi Buatan 3 Juta Sapi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memberi makan sapi di lokasi pemotongan hewan di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, 28 Agustus 2015. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, kurangnya populasi sapi membuat pemerintah berencana mendatangkan sapi indukan dari luar negeri. Agar dapat memenuhi kebutuhan sapi nasional yang hingga kini angka polulasinya terus menurun. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pekerja memberi makan sapi di lokasi pemotongan hewan di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, 28 Agustus 2015. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, kurangnya populasi sapi membuat pemerintah berencana mendatangkan sapi indukan dari luar negeri. Agar dapat memenuhi kebutuhan sapi nasional yang hingga kini angka polulasinya terus menurun. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Hari Priyono mengatakan pada 2016 kementerian akan melakukan inseminasi buatan untuk 3 juta sapi di seluruh Indonesia. Menurut dia, dengan melakukan inseminasi buatan, jumlah dan kualitas sapi di Indonesia akan meningkat.

    "Di Jawa Timur hampir 70 persen sudah inseminasi buatan, di sana kalau kurban mana ada sapi impor. Itu semua hasil inseminasi," kata Hari di Jakarta, Senin, 4 Januari 2016.

    Hari mengatakan saat ini di Indonesia, jumlah sapi yang diinseminasi baru 30 persen dari keseluruhan jumlah sapi. Persentase ini jauh lebih kecil dibandingkan denggan di Jawa Timur. Hari menargetkan di tahun 2016, inseminasi sapi dapat ditingkatkan hingga 50 persen.

    Menurut Hari, sapi hasil inseminasi buatan juga lebih bagus dari sisi kualitas. Ia mengatakan di Jawa Timur banyak sapi-sapi yang besar yang merupakan hasil inseminasi.

    Selain inseminasi buatan, Kementerian Pertanian juga melakukan pengalihan anggaran untuk menambah indukan sapi sebanyak 15 ribu ekor. Untuk itu, Kementerian menyiapkan dana Rp 450 miliar.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.