Pertamina Targetkan Dua Kilang Baru Selesai 2019

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri), Dirut Pertamina Dwi Soetjipto (kedua kanan) meninjau pengoperasian Kilang Minyak TPPI di Tuban, Jawa Timur, 11 November 2015. Produksi kilang minyak ini dapat mencapai 61 ribu barel per hari. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri), Dirut Pertamina Dwi Soetjipto (kedua kanan) meninjau pengoperasian Kilang Minyak TPPI di Tuban, Jawa Timur, 11 November 2015. Produksi kilang minyak ini dapat mencapai 61 ribu barel per hari. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menargetkan kilang baru di Bontang dan Tuban selesai dibangun pada  2019. Pertamina menggandeng swasta dalam pembangunan kilang tersebut.

    Dwi merencanakan kedua kilang baru itu akan mendapatkan investor pada Februari tahun depan. Banyak investor asing melirik pembangunan kilang minyak, terutama di Tuban."Mostly asing, Saudi Arabia, Kuwait, kemudian Rusia, kemudian ada Jepang," katanya dia di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 3 Desember 2015.

    Investasi dua kilang baru di Tuban dan Bontang masing-masing senilai US$ 10 miliar. Pembangunan kilang tersebut merupakan bagian dari rencana Pertamina mengejar target Jokowi untuk mencapai investasi kilang minyak seratus persen pada 2019. "Ada beberapa yang sudah selesai ada yang belum tapi kita targetkan semuanya sekitar tahun 2022 sampai 2023," Dwi berujar.

    Dwi mengatakan pemerintah akan mengeluarkan peraturan presiden mengenai kilang tersebut. Dengan aturan tersebut, Pertamina mempunyai pedoman, terutama untuk kilang di Bontang, dalam kerja sama antara pemerintah dengan swasta. Perpres tersebut memberi peluang pada swasta berinvestasi pembangunan kilang di Indonesia.

    "Tetapi kalau marketingnya ke domestik maka dia harus kerjasama sama pertamina, tapi kalau swasta membangun kilang dan orientasinya adalah ekspor ya silahkan," kata dia.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.