Polisi Tembak Kepala Sendiri, Polda Sulselbar: Itu Konyol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengecek Badan pesawat AirAsia QZ8501 sebelum upacara penyerahan kepada KNKT, di Pelabuhan Indonesia II, Tanjung Priok, Jakarta, 2 Maret 2015. Penyerahan badan pesawat AirAsia QZ8501 menandai penutupan operasi pencarian serpihan dan korban. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Petugas mengecek Badan pesawat AirAsia QZ8501 sebelum upacara penyerahan kepada KNKT, di Pelabuhan Indonesia II, Tanjung Priok, Jakarta, 2 Maret 2015. Penyerahan badan pesawat AirAsia QZ8501 menandai penutupan operasi pencarian serpihan dan korban. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Makassar - Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan, Korps Bhayangkara turut berduka atas meninggalnya Bripda Ricky Ricardo, anggota Kepolisian Resor Mamuju. Kendati demikian, tindakan Ricky yang mengakhiri hidupnya dengan menembak kepalanya memakai senjata api miliknya dinilai sebagai tindakan konyol.

    Barung mengatakan, kejadian itu menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya aparat polisi untuk lebih bijak dan tidak melakukan tindakan bodoh. "Kami turut berduka atas kejadian itu. Selalu ada pembelajaran atau hikmah yang bisa diambil dalam setiap peristiwa. Tindakan Bripda Ricky tentunya tidak boleh ditiru. Itu tindakan konyol," katanya, Kamis, 3 Desember 2015.

    Menurut Barung, perbuatan Ricky yang nekad menembak kepalanya menggunakan pistol diduga karena mengalami tekanan atas permasalahan yang dihadapinya. Barung menyampaikan beban pikiran polisi cukup berat. Selain masalah pribadi, polisi dihadapkan setumpuk permasalahan yang menjadi tugasnya untuk mengayomi dan melakukan penegakan hukum.

    Karena alasan itu pula, Barung menerangkan pascaperistiwa itu, Kepala Polda Sulawesi Selatan dan Barat menginstruksikan untuk segera mengevaluasi penggunaan senjata api di kalangan anggota. Sebab, pinjam-pakai senjata api terhadap polisi yang psikologinya masih labil akan berakibat fatal baik terhadap dirinya maupun masyarakat di sekitarnya.

    Lebih jauh Barung mengatakan, pihaknya tidak dapat melakukan proses hukum secara pidana terhadap peristiwa bunuh diri yang dialami Ricky. Toh, tidak ada yang dapat disalahkan. Kepolisian tidak mungkin menyalahkan pacar Ricky, Bripda Fitria, yang dikabarkan memutuskan hubungan asmaranya sehingga korban nekad bunuh diri. "Itu terlalu personal," ucap Barung.

    Aksi bunuh diri Ricky bermula saat dirinya berselisih dengan sang kekasih, Fitria, di dalam mobil Honda Brio DC-37-RR, Rabu, 2 Desember, sekitar pukul 10.45 Wita. Kala itu, Fitria memutuskan hubungan asmaranya dengan Ricky lantaran tidak mendapatkan restu. Pasangan kekasih itu tidak disetujui orang tua perempuan lantaran berbeda agama. Sesaat setelah diputus, Ricky menembak kepalanya menggunakan pistol.

    Ricky masih sempat dilarikan ke Rumah Sakit di Mamuju. Ia sempat kritis selama empat jam sebelum akhirnya mengembuskan nafas terakhir. Ricky dinyatakan meninggal saat perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. Karena sudah meninggal, jenazah almarhum kembali dibawa ke rumah duka di Mamuju sebelum dimakamkan. Rencananya, almarhum dikebumikan di Kalumpang.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.