Kalau Pejabat Minta Suap, Perusahaan Diminta Bongkar Skandal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto, keluar dari mobil listrik saat peluncuran dan penyerahan mobil listrik di Gedung Rektorat, Institut Teknologi 10 Nopember, Surabaya, 17 Januari 2015. TEMPO/Fully Syafi

    Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto, keluar dari mobil listrik saat peluncuran dan penyerahan mobil listrik di Gedung Rektorat, Institut Teknologi 10 Nopember, Surabaya, 17 Januari 2015. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat sektor energi tanah air menilai sudah saatnya PT Pertamina (Persero) berpihak kepada kepentingan nasional ketimbang asing. Direktur Indonesia Resources Studies (Iress) Marwan Batubara mengatakan bahwa sudah semestinya Pertamina memberikan ruang lebih kepada pengusaha nasional dalam menjalankan proyek-proyeknya.

    Menurutnya hal itu penting dilakukan agar kebijakan-kebijakan Pertamina dapat dinikmati rakyat Indonesia sendiri. “Kalau pengerjaan proyek ada pengusaha nasional dan asing, maka pengusaha nasional sendiri harusnya dikasih fasilitas, mungkin kalau membandingkan begitu ya dikasih poin lebih, jadi mestinya priorits. Karena jangan sampai Pertamina mementingkan asing," ujarnya, Rabu (2 Desember 2015).

    Oleh karenanya, Marwan meminta pengusaha-pengusaha nasional apabila ada yang merasa dirugikan oleh Pertamina agar tidak takut-takut untuk membeberkan ke publik. "Kalau itu memang benar adanya, saya kira dibuka. Jangan sampai ada pengusaha kita merasa tidak adil. Jangan sampai orang lain yang buka. Jadi yang mengalami itu buka saja asal obyektif, dan yakin aturannya dilanggar," jelasnya.

    Sementara itu anggota Komisi VII DPR RI Joko Purwanto tidak mau serta merta menyalahkan Pertamina. Menurutnya selama proses lelangnya dilakukan secara profesional tidak ada masalah siapa yang menjadi pemenangnya.

    "Selama proses lelang pengadaan barang dan jasa atau lainnya yang dilelangkan dan/atau tenderkan melalui proses yang benar sesuai tata aturan dan/atau hal yg diatur dalam Undang Undang, maka hal tersebut dapat dimaklumi. Hal ini membuktikan bahwa pengusaha-pengusaha Dalam Negeri kurang kompetitif untuk bersaing dengan pengusaha asing," ujarnya secara terpisah.

    Akan tetapi, mestinya memang kata dia, pengusaha lokal memiliki peluang yang lebih besar daripada pengusaha asing. Tentu saja pengusaha nasional tetap harus terus meningkatkan kemampuan mereka.

    "Pertamina sudah seharusnya memberikan keberpihakan yang lebih kepada pengusaha dalam negeri, sebab secara kualitas bisa dikatakan pengusaha dalam negeri masih cukup bersaing," jelas politikus Partai Persatuan Pembangunan itu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.