Penutupan IHSG BEI Menguat 111,21 Poin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siluet seorang pengunjung dengan latar monitor pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Siluet seorang pengunjung dengan latar monitor pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 1 Desember 2015, menguat sebesar 111,21 poin setelah data ekonomi domestik dirilis sesuai dengan harapan pasar.

    IHSG BEI ditutup menguat sebesar 111,21 poin atau 2,50 persen menjadi 4.557,66. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 30,17 poin (3,99 persen) menjadi 785,63.

    "Rilis data ekonomi Indonesia yang cukup stabil mendorong pelaku pasar saham kembali melakukan aksi beli sehingga mendukung laju IHSG," kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, di Jakarta.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada November 2015 sebesar 0,21 persen. Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender Januari-November 2015 tercatat mencapai 2,37 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (y-o-y) 4,89 persen.

    Ia menambahkan, faktor teknikal juga turut menopang IHSG BEI bergerak meningkat. Pelaku pasar memanfaatkan harga saham yang telah terkoreksi cukup dalam pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin, 30 November 2015.

    Ia memproyeksikan IHSG BEI pada perdagangan pada Rabu, 2 Desember 2015, akan bergerak di kisaran level 4.502-4.608 poin dengan kecenderungan menguat.

    Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko, menambahkan, IHSG BEI bergerak sesuai dengan proyeksi pasar.  IHSG bergerak kembali menguat atau rebound bergerak menembus level 4.500 poin.

    "Posisi IHSG hari ini merupakan indikator bahwa tren mulai mengarah lebih positif untuk mendukung skenario kenaikan hingga level 4.620-4.720 poin ke depannya," katanya.

    Tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 254.979 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 4,31 miliar lembar saham senilai Rp5,79 triliun. Efek yang bergerak naik sebanyak 157 saham, turun 102 saham, dan yang bergerak stagnan atau tidak bergerak nilainya sebanyak 82 saham.

    Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng naik 384,93 poin (1,75 persen) menjadi 22.381,35, indeks Nikkei naik 264,93 poin (1,34 persen) ke level 20.012,40, dan Straits Times menguat 13,96 poin (0,49 persen) ke posisi 2.869,90.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.