Ekonomi Lesu, Target Penerimaan Negara Hanya 85 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kiri) bersama Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo memaparkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 di Jakarta, 3 November 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kiri) bersama Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo memaparkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 di Jakarta, 3 November 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Wonogiri - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan realisasi pendapatan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun ini kemungkinan tidak akan mencapai target. Perlambatan ekonomi dituding menjadi penyebab utama.

    "Saat ini posisi realisasi pendapatan berada pada 63-64 persen," ucap Bambang saat ditemui di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis, 12 November 2015. Padahal waktu bagi pemerintah tinggal tersisa satu setengah bulan.

    Bambang memperkirakan, hingga akhir tahun nanti, realisasi pendapatan tidak akan mampu mencapai target. "Mungkin nanti hanya bisa 85 persen," ujarnya. Meski demikian, dia yakin hingga akhir tahun nanti defisit dalam APBN masih bisa dikendalikan.

    Lesunya ekonomi yang terjadi pada tahun ini dituding sebagai biang keladi melesetnya pendapatan negara. Kondisi itu membuat penerimaan negara, terutama dari pajak, tidak mencapai hasil yang maksimal.

    Pajak impor menjadi sektor yang paling dominan menjadi penyebab minimnya pendapatan negara. "Pajak impor turun drastis karena sangat lesu," tuturnya. Selain itu, pajak yang terkait dengan minyak bumi dan gas mengalami kondisi serupa.

    Meski demikian, Bambang mengaku pihaknya belum berencana melakukan evaluasi atas kinerja Direktorat Jenderal Pajak. "Saat ini biarlah mereka bekerja dengan baik hingga akhir tahun," katanya.

    AHMAD RAFIQ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.