Menteri Saleh Akui Industri Mikro Lebih Ulet dan Inovatif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Saleh Husin memberikan sambutan pada peresmian peletakan batu pertama Mayfair Estate & Parklands di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 13 Juni 2015 (Foto: Dok. Kementerian Perindustrian)

    Menteri Perindustrian Saleh Husin memberikan sambutan pada peresmian peletakan batu pertama Mayfair Estate & Parklands di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 13 Juni 2015 (Foto: Dok. Kementerian Perindustrian)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengakui pelaku industri kecil menengah (IKM) paling ulet dan inovatif dalam menjalankan usahanya. Pujian itu dikemukakan Menteri Saleh seusai berbincang dengan pelaku IKM yang mengikuti Pameran Visualisasi Temuan Inovasi Gugus Kendali Mutu (GKM) di Padang.

    "Di Bali, saya bertemu dengan perajin muda yang mengolah cangkang kerang menjadi kerajinan lampu. Kemarin, di Rote, ada mama-mama penenun yang memakai kelapa dan damar merah," kata Saleh melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, 11 November 2015.

    Kemudian, karya inovatif dari IKM di Padang, lanjut Saleh, semakin membuktikan keunggulan pelaku usaha. Inovasi-inovasi itu juga tercipta oleh pola interaksi langsung IKM dengan pembeli, baik pemakai akhir atau pengusaha yang menjadi mitra mereka.

    Untuk itu, lanjutnya, Kemenperin melalui satuan kerja di daerah seperti Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand) dan lembaga pendidikan pelatihan juga melakukan pendampingan.

    Penjabat Gubernur Sumatera Barat, Reydonnyzar Moenek, mengatakan bagi pemerintah daerah, penguatan kemampuan IKM dinilai memicu pemanfaatan potensi sumber daya alam dan budaya lebih lanjut. "Khusus untuk konvensi GKM di Padang ini menunjukkan Kementerian Perindustrian sangat fokus pada peningkatan kualitas IKM," kata Reydonnyzar.

    Pada Agustus lalu, digelar Sawahlunto Internasional Songket Festival (SISCA) di Sumatera Barat untuk mengangkat nama produk industri kreatif itu. Kontribusi IKM tercatat 34,56 persen terhadap pertumbuhan industri pengolahan non-migas secara keseluruhan.

    Merujuk data Badan Pusat Statistik 2014, terdapat 3,5 juta unit usaha IKM yang merupakan 90 persen dari total unit usaha industri nasional. Jumlah unit usaha tersebut telah mampu menyerap tenaga kerja sebesar 8,4 juta orang, yang tentunya berdampak pada meningkatnya ekonomi nasional.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.