Kabut Asap, Kualitas Udara Kuala Lumpur Makin Buruk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita berenang di kolam renang rooftop di depan Menara Petronas yang diselimuti kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 September 2015. Kabut asap tersebut berasal dari hasil pembakaran lahan di pulau Sumatera dan Kalimantan.  REUTERS/Olivia Harris

    Seorang wanita berenang di kolam renang rooftop di depan Menara Petronas yang diselimuti kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 September 2015. Kabut asap tersebut berasal dari hasil pembakaran lahan di pulau Sumatera dan Kalimantan. REUTERS/Olivia Harris

    TEMPO.CO, Jakarta - Asap tebal dari beberapa kawasan di Sumatera semakin mencemari udara di Kuala Lumpur, Malaysia, kata prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Ardhito.

    "Jarak pandang 1.000 meter. Ini semakin parah dibanding hari-hari sebelumnya," tambahnya di Tanjungpinang, Senin, 14 September 2015.

    Ardhito mengemukakan berdasarkan pemantauan melalui satelit Tera dan Aqua, sampai sekarang belum diketahui apakah asap tebal yang menyelimuti Ibu Kota Malaysia itu mengganggu penerbangan dan transportasi laut. "Saya belum mendapat informasi terkait itu," ujarnya.

    Dia menambahkan, bahwa jarak pandang 1.000 meter biasanya mengganggu penerbangan dan transportasi laut. Namun kemungkinan Malaysia memiliki peralatan yang canggih untuk mengatasi hal itu. "Untuk saat ini penerbangan di Malaysia belum ditutup," katanya.

    Sementara jarak pandang di Singapura mulai membaik pada hari ini yakni tujuh kilometer. Beberapa hari lalu jarak pandang di Singapura hanya 2.000 meter.

    "Asap yang mencemari Malaysia dan Singapura itu tergantung pada kekuatan dan arah angin," ucapnya.

    Dia menjelaskan bahwa asap tebal memasuki Malaysia dan Singapura karena arah angin dari tenggara menuju selatan, kemudian berbelok ke arah timur laut Malaysia saat di Pekanbaru.

    "Pengaruh asap tebal dari beberapa kawasan di Jambi, Bangka Belitung, dan Riau sangat besar terhadap Kepri, Singapura dan Malaysia," terangnya.

    Menurut dia, jarak pandang di Kepulauan Riau akibat pengaruh asap di beberapa kawasan di Sumatera mencapai tujuh kilometer. Kondisi ini tidak normal, meski masih kondusif.

    "Tetap harus waspada terutama pada pagi dan sore hari, sebab saat itu asap semakin tebal menyelimuti udara Kepri," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.