Meniru Dubai, Presiden Ingin Bangun Pusat Logistik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah), dalam pertemuan dengan ASIRI dan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 18 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi (tengah), dalam pertemuan dengan ASIRI dan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 18 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia harus memiliki pusat logistik terpadu yang memungkinkan pengelolaan logistik secara efisien.

    "Ini gudang logistik terbesar yang kepada Kepala Bulog dan Menteri Perdagangan saya mau tunjukkan," kata Presiden setelah meninjau Pusat Logistik Dubai, Techno Park, di Dubai, Senin siang, 14 September 2015.

    Presiden mengatakan gudang logistik yang dikelola dengan benar akan mampu menampung semua produk petani serta menyimpan dan mendistribusikannya dengan baik. "Gudang logistik yang betul seperti ini, ada daging, ayam, beras, dan lain-lain, ini bisa serap produk petani."

    Kepala Negara menerangkan, Indonesia bisa membangun pusat logistik serupa dengan mencontoh pembangunan dan pengelolaan pusat logistik yang ada di Dubai. Karena itu, dalam 2-3 minggu ke depan akan ada tim yang menjajaki kerja sama pengembangan pusat logistik, baik dari Indonesia maupun Dubai. "Harus diberi contoh dulu, nanti yang lain meng-copy dan meniru. Dari sini tim akan datang ke Jakarta, jangan terlalu lama, segera diselesaikan," ujarnya.

    Selama di Dubai, Presiden antara lain mengunjungi Dubai Port dan Dubai Aluminium. Dari Dubai, Kepala Negara dijadwalkan bertolak menuju Qatar untuk melakukan kunjungan kerja hingga Selasa, 15 September 2015.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.