Paket Ekonomi, Ini Pengakuan Menteri Darmin Nasution

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui paket kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah tak bisa langsung berpengaruh pada rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan.

    “Dunia kan tetap bergerak sendiri,” kata Darmin di Direktorat Jenderal Pajak, Kamis, 10 September 2015.

    Darmin mengatakan pekerjaan rumah pemerintah selanjutnya adalah memastikan paket kebijakan tersebut terlaksana dengan baik. “Kalau tak ada langkah pelaksanaan, jangan harap kebijakan ini akan mengubah keadaan,” kata dia.

    Selain itu, pemerintah juga melanjutkan pembahasan untuk paket kebijakan selanjutnya. Paket kebijakan kedua, menurut Darmin, akan diumumkan akhir September atau akhir Oktober mendatang.

    Darmin menambahkan, deregulasi memang belum sepenuhnya rampung. Ia mengatakan, ada aturan yang tak bisa dicabut begitu saja. “Satu aturan kan memuat banyak hal, nanti kami teruskan secara bertahap,” kata dia. Jadi, kata dia, wajar jika masih ada aturan yang tumpang tindih.

    Presiden Joko Widodo Rabu lalu meluncurkan tiga paket kebijakan ekonomi untuk merespons kondisi ekonomi global yang berpengaruh pada ekonomi Indonesia. "Kami telah melakukan langkah-langkah, tapi langkah tersebut belum cukup sehingga pemerintah meluncurkan paket kebijakan tahap I September 2015," kata Jokowi saat mengumumkan paket kebijakan di Istana Merdeka, Rabu, 9 September 2015.

    Tiga paket kebijakan tersebut adalah mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum dan peningkatan kepastian usaha.

    "Ada 79 aturan yang dirombak dari 154 yang masuk sehingga ini bisa menghilangkan duplikasi dan memangkas aturan yang menghambat daya saing," kata Jokowi.

    TRI ARTINING PUTRI | ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.