Banten Mulai Garap Jalan Tol Serang-Panimbang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk memadati jalan tol Jakarta-Merak. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Truk memadati jalan tol Jakarta-Merak. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Serang - Proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang mulai dikebut. Pemerintah Provinsi Banten bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menggelar pertemuan untuk membahas proyek tersebut.

    Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang akan dilakukan akhir 2016. "Kesimpulan dari pertemuan dengan Kementerian PU, intinya kami setuju untuk mulai mengerjakan proyek ini," ujar Rano, Kamis, 10 September 2015.

    Namun kata Rano, pertemuan tersebut belum sampai pada pembahasan anggaran. "Untuk anggaran akan diambil dari APBN, namun karena ini masih pertemuan awal jadi belum tahu berapa alokasi anggaran yang harus disiapkan," kata Rano.

    Menurut dia, panjang tol Serang-Panimbang akan mencapai 84 kilometer, melintasi tiga kabupaten di Banten, yaitu Serang, Pandeglang, dan Lebak. Pemerintah Provinsi Banten sedang mempersiapkan sejumlah dokumen untuk percepatan pembangunan tol Serang-Panimbang. "Proyek ini dimulai dari pembuatan amdal, penetapan lokasi, pembebasan lahan, dan lelang konstruksi," katanya.

    Kepala Subdirektorat Keterpaduan Perencanaan dan Kemitraan Kementerian PUPR Triono Junoasmono mengatakan, ada dua proyeksi sumber pendanaan untuk proyek tersebut yaitu dari APBN dan investor yang akan mengerjakan proyek tersebut. "Semua keputusan akan didapat Oktober mendatang," katanya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berjanji akan membangun jalan tol yang menghubungkan jalan tol Jakarta-Merak menuju Tanjung Lesung untuk menunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang. “Dua-duanya harus jalan bareng. Perkiraan saya jalan tolnya ini tiga tahun jadi," kata Presiden Jokowi, saat meresmikan KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Februari lalu.

    WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.