Pemerintah Perlu Edukasi Warga Agar Pro Wisatawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi turis mancanegara. ANTARA/Pradita Utama

    Ilustrasi turis mancanegara. ANTARA/Pradita Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Peter Jacobs mengatakan pemerintah harus mendorong mental warga agar pro turis.

    "Pemerintah harus terus mengedukasi masyarakat agar lebih pro turis sehingga mereka juga akan nyaman berada di Kota Manado," kata Peter di Manado, Rabu, 9 September 2015.

    Peter mengatakan harus diakui masyarakat di Sulut masih tidak peduli dengan kunjungan turis atau wisatawan mancanegara. Dia berharap pemerintah dan semua yang terkait didalamnya harus berperan aktif agar masyarakat Sulut makin paham bahwa kunjungan wisatawan sangat menguntungkan.

    "Sebagian masyarakat Sulut sudah memahami akan hal itu, tapi masih perlu didorong terus agar lewat budaya juga mampu meningkatkan kunjungan turis di Sulut," jelasnya.

    Dia mengatakan untuk meningkatkan devisa lebih besar lagi dari sektor pariwisata, pemerintah dan semua instansi, swasta harus membenahi semua infrastruktur penunjang objek wisata yang ada.

    Ada begitu banyak objek wisata yang menarik di Sulut, namun masih terkendala dengan infrastruktur penunjang yang belum begitu baik.

    Akhir-akhir ini turis yang datang ke Sulut melalui data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut terus mengalami peningkatan.

    "Namun yang perlu kita telusuri lagi, apakah turis tersebut baru pertama kali datang atau merupakan perjalanan mereka yang kedua kali," jelasnya.

    Yang harus diwaspadai, katanya, jangan sampai turis yang berkunjung ke Sulut hanya sekali saja, karena tidak puas dengan pelayanan dan infrastruktur yang tersedia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.