Kebakaran Hutan, Syamsul Maarif: Presiden Jokowi ke Riau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perahu melintas di Sungai Siak yang diselimuti kabut asap di Pekanbaru, Riau, 1 September 2015. Pemerintah daerah setempat menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker pelindung pernapasan bila beraktivitas di luar ruangan. ANTARA/Rony Muharrman

    Perahu melintas di Sungai Siak yang diselimuti kabut asap di Pekanbaru, Riau, 1 September 2015. Pemerintah daerah setempat menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker pelindung pernapasan bila beraktivitas di luar ruangan. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif mengatakan Presiden Joko Widodo memberi perhatian khusus terhadap masalah kebakaran lahan dan hutan, bahkan dalam waktu dekat akan terbang ke Riau.

    "Dalam waktu dekat, besok atau lusa, tapi kami memperhitungkan feasibility," katanya seusai rapat terbatas tentang kebakaran lahan dan hutan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 4 September 2015.

    Presiden Jokowi, ujar Syamsul, memberi perintah untuk membuka delapan posko kebakaran lahan dan hutan, masing-masing empat posko di Sumatera dan empat posko di Kalimantan. Jajaran TNI, Polri, dan Kementerian Dalam Negeri berperan serta dalam penanganan bencana ini, dengan dikoordinasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, saat ini 80 persen Pulau Sumatera tertutup asap. Jarak pandang di Pekanbaru, Riau, hanya 300 meter ketika pagi hari, tapi pada siang hari membaik menjadi 500 meter. "Bandara Sultan Toha Jambi juga sama kondisinya, 300 meter sampai 500 meter, otomatis penerbangan terkendala," ucapnya.

    Akibat kebakaran di wilayah Sumatera dan Kalimantan, sedikitnya 25,6 juta jiwa terpapar asap. Ancaman serius penyakit gangguan pernafasan dan embusan asap sampai ke negara tetangga Singapura menjadi perhatian.

    Menurut Sutopo, kebakaran hutan terjadi setiap tahun dan sekarang merupakan tahun ke-18. "Hampir 100 persen kebakaran lahan dan hutan akibat kesengajaan manusia sehingga jurus untuk mengatasi persoalan ini adalah penegakan hukum," ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.