Dana Pensiun BPJS Diinvestasikan ke Surat Utang & Obligasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani warga di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sulsel, 1 Juli 2015. BPJS  akhirnya secara resmi beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015, yang ditandai dengan tambahan program Jaminan Pensiun. TEMPO/Hariandi Hafid

    Petugas melayani warga di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sulsel, 1 Juli 2015. BPJS akhirnya secara resmi beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015, yang ditandai dengan tambahan program Jaminan Pensiun. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan akan menginvestasikan dana kelola dalam program jaminan pensiun ke pembelian surat berharga negara.

    "Nanti diinvestasikan lebih banyak di surat utang negara dan obligasi BUMN atau korporasi berjangka panjang," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G. Masassya, Rabu, 2 September 2015.

    Setelah diimplementasikannya program jaminan pensiun oleh BPJS Ketenagakerjaan pada 1 Juli hingga saat ini tercatat ada 1,1 juta pekerja yang telah menjadi peserta program tersebut.

    Jumlah tersebut keseluruhan berasal dari pekerja formal yang bekerja di perusahaan kelas besar. BPJS Ketenagakerjaan sendiri menargetkan akan mencakup peserta hingga 3 juta pekerja hingga akhir tahun nanti.

    "Itu capaian satu bulan saja terhitung sejak 1 Juli. Mereka berasal dari perusahaan besar karena memang kepesertaannya dibuat bertahap," katanya.

    Berdasarkan PP No. 55/2015 tentang Perubahan atas PP No. 99/2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, badan tersebut bisa menginvestasikan dana kelola program pensiun ke sejumlah sektor.

    Di antaranya adalah deposito berjangka, surat berharga yang diterbitkan Indonesia, surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia, surat utang korporasi yang tercatat dan diperjualbelikan secara luas dalam Bursa Efek, saham yang tercatat dalam Bursa Efek.

    Selain itu juga reksadana, efek beragun aset, dana investasi real estate, repurchase agreement, penyertaan langsung, tanah, bangunan, atau tanah dengan bangunan, dan obligasi daerah yang diterbitkan oleh pemerintah daerah yang tercatat dan diperjualbelikan secara luas dalam Bursa Efek.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.