Kemenag Sultra Gelar Orientasi Manajemen Pengelola Masjid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masjid Raya Baiturrahman, Aceh, Indonesia. Ini merupakan masjid yang dianggap sebagai simbol Aceh, khususnya sejak kejadian bencana tsunami tahun 2004. Desain masjid ini dipengaruhi gaya khas Belanda dan India Moghul, tak lepas, pengaruh lokal juga membuat desain masjid ini terlihat menarik. Yahoo.com

    Masjid Raya Baiturrahman, Aceh, Indonesia. Ini merupakan masjid yang dianggap sebagai simbol Aceh, khususnya sejak kejadian bencana tsunami tahun 2004. Desain masjid ini dipengaruhi gaya khas Belanda dan India Moghul, tak lepas, pengaruh lokal juga membuat desain masjid ini terlihat menarik. Yahoo.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Kanwil Kemenag Sultra) menggelar pelatihan atau Orientasi Peningkatan Manajemen Pengelola Pengurus Masjid se-Sultra tahun 2015.

    Kegiatan yang dilaksanakan di Kendari selama tiga hari yakni 12 hingga 14 Agustus itu, dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Mohamad Ali Irfan, Rabu (12 Agustus 2015) malam.

    Dalam sambutannya, Kakanwil menjelaskan arti pentingnya pemahaman pengurus dalam mengelola Masjid sebagai rumah ibadah di tanah air yang telah menunjukkan peran yang cukup besar dalam pembinaan umat.

    "Melalui masjid, umat mendapatkan tempaan Ruhiyah dan Intelektual sehingga memiliki kekuatan aqidah dan pengetahuan agama yang cukup luas. Dalam konteks ini, masjid sebagai pusat pembinaan umat harus dikelola dengan baik dan profesional," katanya.

    Pengelolaan masjid yang profesional kata Irfan, yakni menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan pembinaan keumatan tidak hanya dari segi spritual saja, tetapi juga segi syariah dan segi ekonomi syariah.

    "Selama ini masjid hanya digunakan pusat ritual yakni untuk ibadah salat saja, itu model yang kurang benar. Harusnya masjid bisa lebih dikembangkan menjadi madrasah, tempat konsultasi hukum Islam, tempat yang bisa menghasilkan uang atau pusat bisnis," katanya.

    Irfan berharap kepada peserta kegiatan itu agar benar-benar bisa menerapkan pengelolaan masjid secara profesional sehingga bisa menghilangkan stigma masjid hanya untuk tempat ritual.

    Ketua panitia kegiatan, Abdul Rauf melaporkan kegiatan diikuti 25 peserta dari 12 kabupaten kota se-Sultra.

    Hadir pada pembukaan kegiatan tersebut, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) dan Pembinaan Syariah (Binsyar), H. M. Sabir, bersama sejumlah pejabat eselon IV lingkup Kanwil Kemenag Sultra.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.