Tergelincir, 174 Penumpang Citilink Tujuan Padang Selamat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Citilink. TEMPO/Imam Sukamto

    Citilink. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Citilink Benny Butarbutar membenarkan pesawat Citilink QG 970 dengan rute Jakarta-Padang tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, sekitar pukul 19.30, Minggu, 2 Agustus 2015. Saat pesawat Airbus A320 itu tergelincir di Padang sedang turun hujan.

    Benny menuturkan, penerbangan di Bandara Minangkabau sempat terganggu lantaran badan pesawat menutup landasan pacu, Runway 33. "Kami sedang berkoordinasi dengan Angkasa Pura untuk mengevakuasi badan pesawat," ujar Benny melalui sambungan telepon.

    Benny menjelaskan, pesawat tersebut berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 18.00. Pesawat tersebut, kata dia, membawa 174 penumpang.

    Dari 174 penumpang, menurut Benny, ada 2 penumpang yang terkejut atau shock akibat peristiwa tersebut. Namun, seluruh penumpang telah dievakuasi. "Evakuasi berjalan lancar dan 2 penumpang yang shock sudah kami bawa ke rumah sakit," ucapnya.

    Benny belum bisa menjelaskan penyebab dari tergelincirnya Citilink QG 970. Saat ini, kata dia, lembaganya tengah berkoordinasi dengan Angkasa Pura serta Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk mencari penyebab tergelincirnya pesawat itu.

    Menurut Pusat Informasi Bandara Internasional Minangkabau, pesawat dengan kode penerbangan QG 970 dengan rute Jakarta-Padang itu tergilincir di saat landing di Bandara Internasional Minangkabau, pada pukul 19.27 WIB.

    Salah seorang pengunjung bandara, Budi Erwanto mengatakan jika dia mendengar adanya pesawat tergelincir saat berada di ruang tunggu. "Saat antre akan masuk pesawat, tiba-tiba petugas membatalkan dan menutup pintu lantaran ada pesawat yang tergelincir," ujarnya.

    GANGSAR PARIKESIT | ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.