Inflasi Tinggi, Upah Buruh Turun Saat Upah Nominal Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja mengantri saat pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran di pabrik rokok PT. Djarum, Kudus, Jateng, Jumat (3/8). ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Sejumlah pekerja mengantri saat pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran di pabrik rokok PT. Djarum, Kudus, Jateng, Jumat (3/8). ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Upah riil buruh turun di saat upah nominal meningkat pada Juni 2015, menandakan tekanan inflasi yang tinggi.

    Badan Pusat Statistik melaporkan upah nominal harian buruh bangunan dan buruh tani meningkat pada Juni. Di sisi lain, upah riil yang diterima justru merosot.

    Buruh bangunan yang bekerja di kota mengalami kenaikan upah nominal sebesar 0,19% dari Rp80.087 per hari pada Mei menjadi Rp80.237 per hari pada Juni.

    Sayangnya, upah harian yang diterima buruh bangunan malah merosot setelah memperhitungkan dampak inflasi. Upah riil buruh bangunan turun 0,35% dari Rp67.019 per hari menjadi Rp66.786 per hari.

    Rata-rata buruh tani menerima upah Rp46.458 per hari pada Juni 2015, naik 0,16% dari Rp46.386  pada Mei 2015.

    Namun, upah yang diterima buruh tani tercatat lebih kecil setelah memperhitungkan inflasi indeks konsumsi rumah tangga perdesaan.

    Buruh tani hanya menerima Rp38.130 per hari pada Juni, lebih rendah 0,66% dibandingkan upah harian Rp38.383 pada Mei.

    Ekonomi Indonesia mengalami inflasi 0,54% month to month pada Juni 2015 atau inflasi 7,26% secara year on year.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.