Kredit Perbankan Menguat pada Kuartal III, Ini Indikatornya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memproses pembuatan kartu kredit di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, 14 April 2015. Sebagian besar transaksi kartu kredit Bank Mandiri dilakukan untuk pembayaran di supermarket, restoran, dan e-commerce. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja memproses pembuatan kartu kredit di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, 14 April 2015. Sebagian besar transaksi kartu kredit Bank Mandiri dilakukan untuk pembayaran di supermarket, restoran, dan e-commerce. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan responden memperkirakan pertumbuhan kredit baru akan menguat pada kuartal III/2015. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara mengatakan perkiraan membaiknya kondisi ekonomi Indonesia dan meningkatnya kecukupan modal bank menjadi faktor utama yang mendorong optimisme penyaluran kredit pada kuartal III/2015.

    Di sisi lain, rata-rata suku bunga kredit rupiah pada kuartal III/2015 diperkirakan meningkat akibat kenaikan suku bunga dana dan tingginya risiko penyaluran kredit. "Meskipun diperkirakan meningkat pada kuartal III/2015, pertumbuhan triwulanan kredit baru pada kuartal II/2015, berdasarkan hasil survei, tidak setinggi periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya dalam survei perbankan Kuartal II/2015, Jumat, 10 Juli 2015.

    Hal tersebut, lanjutnya, juga tercermin dari kenaikan persentase responden yang tidak mencapai target kredit dari 67,4 persen menjadi 73,3 persen. Tirta menuturkan secara keseluruhan tahun 2015, optimisme responden terhadap pertumbuhan kredit mengalami penurunan dibandingkan dengan hasil survei triwulan sebelumnya.

    Pada kuartal II/2015, responden melakukan revisi target pertumbuhan kredit 2015 menjadi sebesar 12,2 persen  lebih rendah dari 17,1 persen  pada survei kuartal sebelumnya

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.