WFP: Indonesia Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh tani membawa peralatan bertani, dan berangkat ke sawah. Buruh tani tergolong ke dalam kelompok miskin di desa, disebabkan minimnya modal dan lahan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Demak, Jawa Tengah,  1 Mei 2015. Tempo/Budi Purwanto

    Buruh tani membawa peralatan bertani, dan berangkat ke sawah. Buruh tani tergolong ke dalam kelompok miskin di desa, disebabkan minimnya modal dan lahan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Demak, Jawa Tengah, 1 Mei 2015. Tempo/Budi Purwanto

    TEMPO.COJakarta - Indonesia telah membuat pencapaian yang signifikan di bidang ketahanan pangan dalam sepuluh tahun terakhir berdasarkan laporan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) yang diluncurkan pemerintah Indonesia dan World Food Programme (WFP).

    Menurut siaran pers pada Rabu malam 8 Juli 2015, ketahanan pangan Indonesia meningkat di sebagian besar dari 398 kabupaten di Indonesia. Peta tersebut bakal diluncurkan Kamis, 9 Juli 2015, di Jakarta oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Direktur Eksekutif WFP Ertharin Cousin.

    Berdasarkan peta itu, 15 persen kabupaten di Indonesia saat ini masuk dalam kategori rentan terhadap kerawanan pangan. Angka ini telah mengalami penurunan jika dibanding sepuluh tahun lalu sebesar 22 persen.

    Kabupaten yang paling rentan terhadap kerawanan pangan berada di Provinsi Papua, yang rata-rata angka kemiskinannya lebih dari 25 persen. 

    Sejak peta pertama diluncurkan pada 2005, angka kemiskinan di Indonesia dinilai telah berkurang. Ini tentunya meningkatkan akses terhadap pangan bagi sebagian besar rumah tangga di Indonesia.

    Saat yang sama, banyak rumah tangga telah memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan, listrik, dan jalan yang telah menjangkau wilayah yang lebih luas.

    "Pemerintah bersama rakyat telah mampu mengurangi daerah rawan pangan di Tanah Air tapi belum berhasil mengurangi persoalan fundamental yang dihadapi konsumen dan para petani, yaitu fluktuasi harga pangan dan sempitnya penguasaan lahan petani," tutur Ertharin Cousin.

    BISNIS.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?