Diskon Tarif Siang Tidak Pecahkan Penumpukan Malam Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Roro yang akan bersandar di pemabuhan untuk mangangkut para pemudik dan kendaraan pribadinya di Pelabuhan Merak, Banten (24/07). Para pemudik membutuhkan waktu 5 jam untuk naik kapal ferry di pelabuhan penyeberangan Merak menuju Bakauheni. TEMPO/Dasril Roszandi

    Kapal Roro yang akan bersandar di pemabuhan untuk mangangkut para pemudik dan kendaraan pribadinya di Pelabuhan Merak, Banten (24/07). Para pemudik membutuhkan waktu 5 jam untuk naik kapal ferry di pelabuhan penyeberangan Merak menuju Bakauheni. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai keputusan Kementerian Perhubungan mengenai pengenaan diskon tarif siang hari untuk kapal penyeberangan tidak bisa memecahkan penumpukan penumpang pada malam hari.

    Menurutnya, karakter penumpang tetap akan memilih menyeberang pada malam hari apabila pemotongan harga tiket tidak signifikan.

    Dia berpendapat bahwa pembedaan tarif malam bisa lebih mahal dua kali lipat akan lebih berhasil untuk menyebar pemudik pada siang hari.

    "Diskon itu tanggung, sebenarnya harus dibedakan antara tarif siang dan malam bisa 100% sehingga bisa mendorong orang untuk berpindah ke siang hari," ujarnya, Senin (6 Juli 2015).

    Kecenderungan pemudik memilih menggunakan kapal pada malam hari terkait rasa keamanan ketika melintasi Sumatra untuk menuju ke tujuan.

    Oleh sebab itu, dia berharap pemerintah daerah turut menciptakan keamanan di jalur darat ketika masyarakat akan menuju ke tempat tujuan di Sumatra seperti Palembang, Bengkulu, Jambi dan sebagainya.

    "Melintas di Sumatra di malam hari tidak aman sehingga mereka perlu konvoi, siang pun mereka perlu konvoi kan," katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.