Awas, Bahaya Mengintai di Jalur Mudik Malang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi jalan rusak di jalan raya Cicalengka - Majalaya, jalur mudik alternatif menuju Cijapati, Garut. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Kondisi jalan rusak di jalan raya Cicalengka - Majalaya, jalur mudik alternatif menuju Cijapati, Garut. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Malang berharap ruas jalan nasional di wilayahnya segera diperbaiki karena beberapa di antaranya rusak, bergelombang, sehingga bisa membahayakan pemudik.

    Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kab. Malang Untung Sudarto mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Pemeliharaan Jalan Nasional. Hasilnya ada kesanggupan untuk memperbaiki jalan tersebut dan selesai menjelang masa angkutan mudik.

    “Mudah-mudahan perbaikan jalan benar-benar selesai sebelum memasuki masa angkutan arus mudik,” kata Untung di Malang, Senin (29 Juni 2015).

    Di wilayah Kab. Malang, ruas jalan nasional yang kondisinya bergelombang berada di wilayah Kec. Lawang, sedangkan di Kab. Pasuruan di Kec. Purwodadi-Purwosari. Ruas jalan lain, di Kec. Pakisaji serta Kecamatan. Kepanjen, Kabupaten. Malang.

    Untuk mengurangi penggunaan sepeda motor bagi pemudik, kata dia, Pemprov Jatim juga menyediakan mudik dan balik gratis.Untuk wilayah Malang dipusatkan di Kota Malang.

    Ada 17 yang dilayani mudik-balik gratis dengan rute a.l Malang-Sumenep, Malang-Bojonegoro, Malang-Tuban, Malang-Madiun, Malang-Ponorogo-Pacitan, dan Malang-Blitar-Tulungagung.

    Gubernur Jatim Soekarwo beberapa waktu lalu menegaskan Pemprov Jatim menyiapakan 611 bus untuk melayani mudik-balik gratis. Dari total bus, sebanyak 410 unit didanai APBD Provinsi Jatim.

    Bus sebanyak itu akan mengangkut 22.500 penumpang. Untuk layanan shuttle disiapkan sebanyak 60 bus mengangkut 29.500 penumpang.

    Bus yang disediakan kabupaten/kota, yakni Sidoarjo 15 bus, Tulungagung 5 bus, Banyuwangi 2 bus, dan Jember 2 bus dengan total sebanyak 24 bus dan mengangkut 1.320 penumpang.

    Yang disediakan swasta dan BUMN sebanyak 117 bus , yakni Jasa Raharja 50 bus mengangkut 2.750 penumpang, Radar Surabaya 30 bus mengangkut 1.650 penumpang, Kadin Surabaya 12 bus mengakut 660 penumpang, dan Indomaret 25 bus mengangkut 1.375 penumpang.

    Pendaftaran mudik-balik dengan moda bus pada 27 Juni 2015, sedangkan pemberangkatan mudik pada 14-15 Juli dan balik pada 21-26 Juli.

    Untuk angkutan laut, disiapkan 1 kapal rute Surabaya-Masalembo. Dengan 12 trip, maka penumpang yang dapat diangkut sebanyak 2.400 karena kapasitasnya 200 penumpang.

    Untuk rute Tangung Wangi-Sapekan satu kapal dengan 12 trip sehingga jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 2.400 orang. Rute Kalianget-Kangen 1 kapal dengan 12 trip mengangkut 2.400 penumpang.

    Pendaftaran angkutan laut pada 22 Juni 2015, sedangkan pemberangkatannya 11-16 Juli pada arus mudik an balik pada 18-24 Juli 2015.

    Angkutan kereta api sebanyak 14 rangkaian dengan 14 trip sehingga penumpang yang diberangkatkan sebanyak 89.943 orang.

    Pendataran 1 bulan sebelum keberangkatan, sedangkan jadwal pemberangkatan yakni 13-16 Juli untuk arus mudik dan 19-22 Juli untuk arus balik.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.