2018, Produk Indonesia Sudah Bersertifikat Halal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi produk halal. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi produk halal. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel memastikan produk Indonesia bersertifikasi halal mulai 2018. Pengumuman ini akan disampaikan bersamaan dengan pembukaan SEA Games.

    "Pada 2018, akan kita sosialisasikan produk halal. Ini kesempatan promosi, karena ada potensi besar," katanya dalam diskusi Pangan Kita di Jakarta pada Senin, 29 Juni 2015. Contohnya, negara-negara di Timur Tengah sudah menaruh minat tinggi pad daging sapi Indonesia karena sudah tersertifikasi halal.

    Pemilik Panasonic Gobel Indonesia ini akan memulai sertifikasi pada produk makanan olahan sehari-hari, seperti tahu dan tempe. Ia mengaku sudah berdiskusi dengan asosiasi kedelai tentang rencananya ini. 

    Halal yang dimaksudkan bukan sekadar pada hasil jadi. Namun mulai pemilihan dan pemrosesan bahan baku.

    Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman  menyetujui ide Gobel. Pengawasan dan pembimbingan oleh aparat pemerintah sangat penting dalam penentuan produk halal ini. 

    Menurut Irman, dia banyak menemukan produk dengan label halal tapi tak ada kode dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini banyak ditemukan terutama pada produk industri kecil dan menengah.

    "Perlu ada penertiban dan pembinaan, terutama dari pemerintah daerah," ucapnya. Mereka juga diminta tegas dan konsisten dalam menindak pelaku usaha yang produknya tak memenuhi syarat.

    Ketua Komite Syariah World Halal Council Asrorun Ni'am Sholeh meminta pemerintah betul-betul mengimplementasikan produk halal, terutama yang sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Produk halal kini sudah menjadi tren global yang tak hanya melingkupi masalah ekonomi, tapi juga kesehatan.

    Untuk itu, menurut Ni'am, perlu ada verifikasi serius terkait dengan produk-produk yang dihasilkan. Mulai proses pembuatannya, kandungan bahan--baik herbal maupun kimia, hingga produk yang dihasilkan. Menurut dia, saat ini dia masih menemukan bahan kimia pada beberapa produk makanan, seperti pengembang roti dari alkohol dan gelatin yang mengandung babi.

    URSULA FLORENE SONIA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).