Energi Terbarukan: Pembangkit Listrik Tenaga Surya Rooftop

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengecek panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SMPN 19 Jakarta, Rabu (26/2). Sebanyak 142 panel ini mampu menghasilkan daya sebesar 20.000 watt. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Pekerja mengecek panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SMPN 19 Jakarta, Rabu (26/2). Sebanyak 142 panel ini mampu menghasilkan daya sebesar 20.000 watt. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berinovasi mengembangkan sumber energi baru terbarukan.

    Salah satu yang saat ini giat dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain pengembangan PLTS tradisional, Kementerian ESDM dalam waktu dekat akan mengembangkan PLTS rooftop, dimana solar cell ditempatkan di atap gedung untuk mengatasi permasalahan kekurangan lahan di perkotaan.

    "Kami ingin kembangkan PLTS Rooftop atau dibangun di atap bangunan gedung perkotaan. Lahan perkotaan sangat mahal sekali, harganya semakin luar biasa. Agar keekonomis kita manfaatkan atap bangunan, apakah itu rumah dan bangunan termasuk gedung pemerintah dan Bandar udara khususnya di Indonesia timur?," jelas Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan, Maritje Hutapea seperti dikutip dalam laman Kementerian, Sabtu (13/6/2015).

    Pembangunan PLTS rooftop ini pada tahap awalnya akan diterapkan pada gedung-gedung pemerintahan, yang kemudian akan tersambung dengan jaringan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

    Ada beberapa gedung yang ditargetkan oleh Kementerian ESDM untuk menjadi proyek percontohan pembangunan PLTS rooftop, untuk wilayah Jabodetabek akan dibangun di kantor Pemda, Istana Presiden, dan Kantor Menko Perekonomian, dan Istana Bogor.

    Untuk wilayah lainnya, sedang dijajaki pembangunan di Kantor Walikota Surabaya, Kantor Gubernur Aceh, Kantor Walikota Aceh, Dinas ESDM Aceh, dan Kantor Gubernur Bali.

    Selain di gedung pemerintahan, Kementerian ESDM akan turut mengembangkan di empat bandara, yakni Tambolaka, Maumere, Labuan Bajo, dan Pulau Sumba. Proyek ini akan dilelang dalam waktu dekat dengan kapasitas yang menyesuaikan dengan kebutuhan.

    Untuk mengundang minat investor, Kementerian ESDM saat ini sedang dalam tahap akhir dalam pembuatan peraturan feed in tariff, dimana kelebihan listrik yang dihasilkan oleh suatu gedung dapat dialirkan ke jaringan PLN dan dapat diberi pembayaran atas listrik tersebut.

    Dengan adanya peraturan yang jelas, diharapkan agar banyak investor yang akan berminat untuk mengembangkan PLTS rooftop di Indonesia.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.