Harga Kebutuhan Pokok Akan Turun 3 Bulan ke Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang melayani pembeli sayur mayur di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (31/7). Harga komoditas sayuran di pasar tradisional di Jakarta mulai naik. Kenaikan harga diakibatkan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan Ramadhan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pedagang melayani pembeli sayur mayur di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (31/7). Harga komoditas sayuran di pasar tradisional di Jakarta mulai naik. Kenaikan harga diakibatkan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan Ramadhan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil suvei menunjukkan bahwa ekspetasi masyarakat terhadap harga harga berbagai kebutuhan pokok akan turun pada tiga bulan ke depan.

    Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Dudi Herawadi mengatakan mengacu survei ekspetasi masyarakat menyebutkan setelah harga mencapai puncaknya pada Juni-Juli 2015 bertepatan dengan Ramadan-Idulfitri serta musim libur sekolah, selanjutnya tren harga mulai menurun.

    “Tekanan harga harga pada enam bulan yang akan datang juga dipersepsikan menurun,” kata Dudi, Rabu (10 Juni 2015).

    Kondisi tersebut sejalan dengan tren normal tahunan yang secara musiman tekanan harga terjadi pada Ramadan, Idulfitri, dan akhir tahun, yakni Desember.

    Upaya pengendalian tekanan inflasi musiman, kata dia, menjadi fokus kegiatan Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Malang melalui berbagai kegiatan a.l pemantauan ketersediaan pasokan dan tingkat harga, pencegahan upaya penimbunan bekerja sama dengan pihak berwajib, serta koordinasi menjaga kelancaran distribusi, serta kegiatan operasi pasar.

    Sementara itu, Indeks Ekonomi Saat Ini (IKE) mencatat peningkatan pesepsi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pengeluaran untuk membeli barang tahan lama, meski sedikit mengalami penurunan pada persepsi penghasilan bila dibandingkan enam bulan lalu.

    Penurunan persepsi ini diperkirakan ikut dipengaruhi kondisi ekonomi nasional yang melambat pada triwulan I/2015.

    Untuk hasil survei Indeks Ekspetasi Konsumen (IEK) mengkonfirmasi optimisme masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan yang akan datang, di tengah penurunan persepsi mengenai kondisi ekonomi nasional enam bulan mendatang.

    Menurut dia, pada Mei 2015, konsumen di Kota Malang menunjukkan optimisme yang membaik terhadap kondisi perekonomian. Hal ini dipotret dari survei Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang yang mengindikasikan bahwa tingkat keyakinan konsumen Kota Malang periode Mei 2015 menguat dibandingkan bulan sebelumnya.

    Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tersebut diukur berdasarkan IKE dan IEK yang masing-masing naik sebesar 6,79% menjadi 93,68 dan 7,42 poin menjadi 113,27.

    Pengeluaran konsumen pada Mei juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan tiga bulan lalu. Kenaikan pengeluaran konsumen tersebut dikonfirmasi pertumbuhan kredit konsumsi April yang tumbuh 1,26% bila dibandingkan Maret.

    Sedangkan secara tahunan, April 2015 terhadap April 2014, pertumbuhannya mencapai 9,75%.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.