Soto dan Bakso Sumbang Inflasi Terbesar di Jawa Timur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Semangkuk soto ayam (kiri) dan soto daging yang ditawarkan di

    Semangkuk soto ayam (kiri) dan soto daging yang ditawarkan di "Soto Seger Mbok Giyem", Kartosuro, Sukoharjo, 28 Juli 2014. Rumah makan ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 pagi, dan tetap berjualan saat hari raya Idul Fitri. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Surabaya - Kenaikan harga soto dan kue menjelang Ramadan di Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Mei 2015 yang mencapai 0,41 persen.

    “Inflasi bukan karena kebijakan pemerintah pusat, tapi terjadi karena naiknya harga bahan makanan dan makanan jadi jelang Ramadan,” tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur M. Sairi Hasbullah, Senin, 1 Juni 2015.

    Berdasarkan catatan BPS, ada sekitar tujuh kelompok makanan jadi yang menyumbang inflasi terbesar. Di antaranya adalah soto, bubur ayam, bakso, rokok, dan tembakau, yakni 0,73 persen.

    Inflasi ini juga diikuti kelompok bahan makanan seperti cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, gula, tarif listrik, bawang putih, dan bensin. Total inflasi untuk kelompok bahan makanan mencapai 0,67 persen.

    Selain itu animo masyarakat juga sudah mulai tinggi untuk belanja pakaian jelang Lebaran. Kelompok sandang menyumbang inflasi 0,35 persen, disusul kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,26 persen.

    Kenaikan harga soto dan kue, kata Sairi, disebabkan adanya lonjakan harga bahan pokok makanan yang terjadi merata di sejumlah daerah. “Ini memang disebabkan aspek ketersediaan stok. Suplai barang berkurang ditambah distribusi yang tidak merata. Padahal permintaan pasar khususnya kue sedang merangkak naik,” tutur dia.

    Naiknya indeks harga konsumen (IHK) pada April tahun ini, kata dia, totalnya mencapai 118,51. Sedangkan pada Mei sudah tembus di angka 118,99. Dari catatan Sairi selama 13 tahun terakhir sudah terjadi inflasi sebanyak 10 kali dan deflasi 3 kali.

    Namun inflasi saat ini adalah tertinggi sejak 7 tahun terakhir. “Inflasi di Jawa Timur memang lebih rendah dibanding nasional, namun inflasi di bulan Mei ini yang tertinggi sejak 7 tahun terakhir,” kata dia.

    Jika dilihat grafiknya dari tahun ke tahun, sejak 2009 inflasi di bulan yang sama hanya 0,02 persen, 2010 0,37 persen, 2011 0,03 persen, 2012 0,15 persen, 2013 deflasi -0,20 persen, 2014 inflasi 0,21 persen, dan tertinggi pada Mei 2015 mencapai 0,41 persen.

    “Namun jika dilihat secara periodik tahun ke tahun, dibanding nasional inflasi di Jawa Timur lebih baik yakni mencapai 6,69 persen. Sedangkan kinerja nasional menyebabkan inflasi 7,15 persen,” tambahnya.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.