Jasa Marga Akan Ambil Alih Saham Thiess Contractor Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para petugas derek Jasa Marga, turun kejalan saat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Jasa Marga Tol Tangerang-Jakarta, Kebon Nanas, Banten, 4 November 2014. Mereka menuntut pengusutan dugaan korupsi di PT Jasa Marga. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Para petugas derek Jasa Marga, turun kejalan saat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Jasa Marga Tol Tangerang-Jakarta, Kebon Nanas, Banten, 4 November 2014. Mereka menuntut pengusutan dugaan korupsi di PT Jasa Marga. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - PT Jasa Marga Tbk tengah melakukan uji tuntas pengambilalihan saham PT Thiess Contractor Indonesia dalam proyek Jalan Tol Serpong-Cinere untuk segera menentukan nilai saham yang akan dibayarkan.

    Sekretaris Perusahaan Jasa Marga David Wijayatno mengatakan Jasa Marga telah melakukan kesepakatan awal dengan Thiess terkait dengan pengambilalihan saham dalam proyek jalan tol itu.

    Untuk mengakuisisi saham Thiess, Jasa Marga turut menggandeng dua perusahaan lain, yaitu Waskita Toll Road dan Jakarta Propertindo. Konsorsium tersebut mengalahkan dua pesaing lain yang berminat atas proyek tersebut, yakni PT Nusantara Infrastructure dan PT Astratel Nusantara.

    “Thiess sudah sepakat akan menyerahkannya ke kami, jadi dua investor lainnya sudah tidak jadi,” ucapnya.

    David menargetkan, dalam dua bulan ini, sudah ada kepastian terkait dengan transaksi pengambilalihan saham. Untuk saat ini, David menuturkan belum dapat mengungkapkan kemungkinan nilai saham dan dana yang disiapkan Jasa Marga untuk akuisisi.

    Meski demikian, menurut dia, Jasa Marga belum dapat memastikan kapan konstruksi proyek tersebut akan dimulai, mengingat pembebasan lahan seluas 76 hektare untuk ruas tersebut baru memasuki tahap sosialisasi dan inventarisasi.

    Kebutuhan investasi untuk ruas ini mencapai Rp 2,2 triliun, dengan biaya konstruksi mencapai Rp 881 miliar dan masa konsesi 35 tahun. David mengatakan nantinya investasi untuk ruas jalan tol sepanjang 10,14 kilometer ini akan mengandalkan 30 persen dari ekuitas perusahaan, sedangkan 70 persennya dari pinjaman perbankan.

    Namun, ucap dia, financial closing baru akan diusahakan setelah pembebasan lahan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jasa Marga akan menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 55 persen, sedangkan Waskita akan memiliki 35 persen dan JakPro 10 persen.

    “Jadi pengambilalihan ini untuk memastikan dulu bahwa Jasa Marga yang nantinya akan mengelola ruas ini,” ujarnya.

    BISNIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.