Jokowi Minta Pemerintah Daerah Anggarkan Operasi Pasar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan sejumlah relawan saat menghadiri Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi di Bumi Perkemahan Cibubur, 16 Mei 2015. Acara tersebut bertujuan untuk melakukan konsolidasi para relawan dan memberikan masukan kepada pemerintahan Jokowi-JK. ANTARA/Intan Setpres

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan sejumlah relawan saat menghadiri Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi di Bumi Perkemahan Cibubur, 16 Mei 2015. Acara tersebut bertujuan untuk melakukan konsolidasi para relawan dan memberikan masukan kepada pemerintahan Jokowi-JK. ANTARA/Intan Setpres

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo meminta semua pemerintah daerah mengalokasikan anggaran operasi pasar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Langkah ini, kata Jokowi, penting untuk menekan angka inflasi. 

    "Seluruh daerah bisa menganggarkan. Misalnya kalau di suatu daerah harga cabai mahal, harus dipasok cabai. Beras mahal, harus dipasok beras," kata Jokowi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2015.

    Selama ini, Jokowi mengatakan, operasi pasar hanya dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). "Kalau kabupaten atau kota bisa melakukan itu, inflasi bisa ditekan," katanya. 

    Jokowi mengatakan pemerintah berencana merombak fungsi Bulog agar bisa menyangga komoditas lain, tak hanya beras. Namun semuanya masih dalam proses revisi kelembagaan dan regulasi.

    Jokowi hari ini membuka dan memimpin Rapat Koordinator Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Ia menargetkan inflasi tahun ini berada di angka 4 plus-minus 1 persen. Pada 2014, kata Jokowi, inflasi sepanjang tahun berada pada angka 8,36 persen. Inflasi tersebut dapat dijaga lebih rendah daripada tahun sebelumnya sebesar 8,39 persen.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.