Pesawat Tua Disingkirkan, Apron Soekarno-Hatta Lebih Luas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa pesawat tua milik British Airways Boeing 747-400s dan FedEx yang terparkir di gurun Victorville, California, 13 Maret 2015. Pesawat yang lebih kecil dapat mengurangi biaya perawatan dibandingkan pesawat jumbo. REUTERS/Lucy Nicholson

    Beberapa pesawat tua milik British Airways Boeing 747-400s dan FedEx yang terparkir di gurun Victorville, California, 13 Maret 2015. Pesawat yang lebih kecil dapat mengurangi biaya perawatan dibandingkan pesawat jumbo. REUTERS/Lucy Nicholson

    TEMPO.COJakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) akan meningkatkan kapasitas apron Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan menyingkirkan sembilan pesawat tak dipergunakan lagi yang selama ini terparkir.

    Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II (Persero) Eko Diantoro menuturkan delapan pesawat tersebut berada di area rumput dan satu pesawat terletak di lokasi night stop apron (NSA).

    "Keputusan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas apron dan mendukung kelancaran operasional bandara serta membenahi estetika sisi udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta," tuturnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Senin malam, 25 Mei 2015.

    Menurut dia, sebagai langkah tindak lanjut, PT Angkasa Pura II (Persero) telah mengumumkan kepada publik mengenai rencana tersebut dan/atau menghubungi kurator dari maskapai yang dinyatakan pailit atau badan hukumnya tidak aktif.

    Adapun pesawat-pesawat yang tidak dipergunakan lagi tersebut antara lain PK-HNK FJF Gatari, PK-IJK B 737-200 Bouroq, PK-IJH B 737-200 Bouroq, PK-IHH HS 748 Bali Air, PK-IHT HS 748 Bali Air, PK-MGH F 28 Merpati, PK-MGM F 28 Merpati, PK-KAP MD 820 Kartika Airlines, dan PK-KAD B 737-200 Kartika Airlines.

    Dia menjelaskan, apabila ingin menguasai kembali pesawat, pemilik dapat menunjukkan bukti administratif kepemilikan selambat-lambatnya 31 Mei 2015.

    "Apabila tidak ada pihak yang mengambil atau mengakui setelah 31 Mei 2015, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan instansi atau pihak terkait lain untuk mengambil tindakan lebih lanjut. Bisa saja diputuskan untuk memusnahkannya," tuturnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.