JK: Ada Kabar Baik dari Pelemahan Ekonomi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyambut kedatangan Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Manajemen dan Perencanaan Mohammad Bagher Nobakht (tengah), sebelum melakukan pertemuan bilateral di Kantor Wakil Presiden komplek Istana Negara, Jakarta, 29 April 2015.Pemerintah Iran juga berniat memiliki kesepakatan bekerja sama di bidang pemberantasan terorisme. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyambut kedatangan Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Manajemen dan Perencanaan Mohammad Bagher Nobakht (tengah), sebelum melakukan pertemuan bilateral di Kantor Wakil Presiden komplek Istana Negara, Jakarta, 29 April 2015.Pemerintah Iran juga berniat memiliki kesepakatan bekerja sama di bidang pemberantasan terorisme. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun ini di bawah target "Angka statistik kita 4,7 persen, ada berita baik dan buruk. Buruknya, pertumbuhan ini di bawah target," kata JK saat membuka penyelenggaraan Institute International Finance (IIF) Asian Summit 2015 di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2015.

    Di hadapan para pengusaha dari dalam dan luar negeri yang hadir, JK menyatakan bahwa masih ada kabar baik dari kondisi ini. "Tapi baiknya kita masih lebih baik dari negara lainnya di kawasan ini," ucap dia.

    Pria asal Makassar ini menyatakan bahwa Indonesia kini harus siap menghadapi globalisasi, termasuk efek negatif yang ditimbulkannya. Sebab, menurut dia, di era pemerintahan presiden pertama Indonesia Soekarno pun, Indonesia sudah memulai globalisasi.

    "Siap atau tidak kita sekarang berada di era globalisasi. Tentu saja di situasi ini kita bicara soal ekonomi, tapi isu lainnya juga banyak yang harus kita bicarakan," katanya.

    Karena itu, kata Kalla, masalah ekonomi yang terjadi sekarang pun hendaknya diselesaikan secara bersama. "Ini situasi kita dan harus dibicarakan secara bersama-sama karena kita ingin tumbuh lebih baik. Tidak ada yang mengharapkan pertumbuhan rendah," ujarnya.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.