Tren Berburu Rumah Via Online  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran property akhir tahun di Malang Town Square, Malang, Jumat (18/12). Tahun 2010 pertumbuhan sektor properti diproyeksikan mengalami kenaikan 5-6%, seiring pendapatan domestik bruto (PDB), dan imbas suku bunga Bank Indonesia. TEMPO/Nurdiansah

    Pameran property akhir tahun di Malang Town Square, Malang, Jumat (18/12). Tahun 2010 pertumbuhan sektor properti diproyeksikan mengalami kenaikan 5-6%, seiring pendapatan domestik bruto (PDB), dan imbas suku bunga Bank Indonesia. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketimbang mendatangi langsung agen-agen real estate, masyarakat Indonesia kini lebih senang mencari rumah lewat Internet. Berdasarkan survei dari Lamudi Customer Survey, 96 persen agen real estate lokal kerap menggunakan Internet untuk mencari properti.

    "Sebaiknya agen sekarang memperkuat di bagian e-marketing itu," kata Karan Khetan, Country Director of Lamudi Indonesia, Rabu, 26 November 2014.

    Menurut Karan, sebagian besar pasar real estate Indonesia telah beralih ke online. Para broker lokal lebih intens mengiklankan properti melalui Internet ketimbang door to door dengan brosur atau iklan koran.

    Tren ini didukung percepatan pertumbuhan pada sektor Internet. Berdasarkan statistik dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pemakai Internet mencapai 71.190.000 pada 2013. Penggunaan Internet di Indonesia semakin meningkat seiring dengan jangkauan broadband dan jaringan yang lebih baik. Tingkat penetrasi Internet berkisar 29 persen dari total penduduk.

    Pada 2015 mendatang, perkembangan pasar properti Indonesia dinilai baik. Meski pada 2014 sempat melambat, yaitu hanya 8-10 persen, diperkirakan pada 2015 akan lebih cerah asalkan ada reformasi ekonomi serta perbaikan infrastruktur.

    "Juga, mempermudah peraturan transaksi dan kepemilikan properti bagi warga asing di Indonesia," ujar Karan.

    URSULA FLORENE SONIA

    Berita lain:
    KPK: Kalau Saham BCA Anjlok, Itu Risiko
    Operasi Zebra, Berapa Denda Tilang Pelanggar?
    Golkar Kubu Ical Lawan Instruksi Menko Polkam  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.