Menteri Sudirman Raker Pertama dengan DPD  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said hari ini menghadiri rapat dengan Komite II Dewan Perwakilan Rakyat. Rapat kerja ini menjadi yang pertama bagi Sudirman setelah terpilih memimpin Kementerian Energi pada Oktober lalu.

    "Ini merupakan rapat kerja pertama yang kami hadiri," kata Sudirman di Ruang Rapat Komite II DPD, Rabu, 26 November 2014. (Baca: Basmi Mafia Migas, Sudirman Pilih Gabung ke OPEC)

    Sudirman mengatakan pihaknya sebenarnya telah mendapat undangan juga dari Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat. Namun, berdasarkan surat edaran dari Presiden, Kementerian batal menghadiri. "Biar masing-masing dari mereka menyelesaikan pekerjaan rumahnya dulu," ujarnya disambut tawa para anggota Dewan. (Baca: Pertamina Segera Kelola Blok Mahakam)

    Menurut Sudirman, rapat kerja perdana ini tak akan membahas hal-hal yang detail terlebih dulu. Ia hanya akan mempresentasikan sejumlah garis besar atas kinerja Kementerian sepanjang tahun 2014.

    Rapat yang dimulai tepat pukul 13.00 WIB tadi dipimpin oleh Parlindungan Siregar, anggota  dari Sumatera Utara. Menteri Sudirman membawa serta sejumlah pejabat, di antaranya Sekretaris Jenderal Teguh Pamudji, Kepala Unit Pengendalian Kinerja Widyawan Prawiraatmadja, dan para staf ahli menteri. (Baca: Sudirman Said Kejar Mafia Migas ala Al Capone)

    AYU PRIMA SANDI


    Terpopuler:
    Pleno Golkar Pecat Ical dan Idrus Marham
    3 'Dosa' Berat yang Membelit Ical 
    Usai Dikudeta, Ical Bertemu Prabowo
    Pleno Golkar Rusuh, Theo Sambuaga Dilempari Aqua


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.