Malam Ini, Seleksi Calon Bos SKK Migas Dimulai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Tempo/Aditia Noviansyah

    Kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan Komite Pengawasan akan memulai seleksi terhadap calon Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Proses seleksi akan dilakukan Rabu malam, 5 November 2014. (Baca: Ini Dia Calon Bos SKK Migas yang Diusulkan)

    Sudirman mengaku telah menyerahkan lima nama kepada Komite untuk diseleksi. "Saya tidak tahu berapa yang akan dipanggil Komite Pengawas," ujar Sudirman di Jakarta International Expo, Rabu, 5 November 2015.

    Rencananya, Sudirman akan menyerahkan daftar calon Kepala SKK Migas kepada Presiden Joko Widodo pada pekan kedua November 2014. Daftar calon pengganti Rudi Rubiandini tersebut akan disampaikan setelah hasil seleksi oleh Komite Pengawas rampung.

    Namun Sudirman menolak menyebutkan nama para calon. Dia juga ogah menjawab pertanyaan wartawan mengenai masuknya nama Pelaksana Tugas Kepala SKK Migas Johannes Widjanarko. (Baca: Pesan CT: Investasi Sektor Migas Harus Jujur)

    Ia cuma memberi petunjuk bahwa kelima nama yang diajukan merupakan campuran dari pejabat internal dan eksternal ESDM. "Setelah seleksi, Komite akan mengembalikan nama calon yang lolos ke saya," tutur Sudirman. (Baca juga: Produksi Migas Nasional Tak Capai Target)

    FRANSISCO ROSARIANS

    Berita Terpopuler
    Kata Jokowi, Informasi BIN Sering Meleset 
    Mahfud Md. Pernah Bertemu Pengelola @TrioMacan2000
    Dukung Persib Vs Arema, Ridwan Kamil Buka Baju  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).