Kepala Bappenas: Revisi APBN 2015 Sudah Siap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andrinof A. Chaniago. TEMPO/Subekti

    Andrinof A. Chaniago. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Adrinof Chaniago menyatakan pemerintah tengah menyiapkan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015. "Drafnya sudah disiapkan dari sekarang," ujar Andrinof di kantornya, Selasa, 28 Oktober 2014.

    Potensi masuknya semua program pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla diperkirakan baru terakomodasi melalui APBN Perubahan mendatang. Sebab, hingga kini, warisan fiskal yang diberikan pemerintahan sebelumnya sulit untuk merealisasikan program kerja pemerintahan baru. (Baca: Program 100 Hari Menteri, Tak Ada Instruksi Jokowi)

    Mantan pengamat kebijakan publik itu menyatakan saat ini lembaganya tengah menyiapkan sejumlah program kerja untuk pemerintahan Kabinet Kerja. Di antaranya adalah pembangunan sektor kemaritiman seperti pelabuhan, termasuk sarana dan prasarana pendukungnya: sistem pengadaan air bersih, terminal, dramaga. "Jadi bukan hanya kapal (besar) yang dipikirkan, kapal lain pun termasuk kapal patroli," kata Andrinof. (Baca: Jokowi Ubah APBN Tahun Depan)

    Menurut Andrinof, dalam rancangan pembangunan jangka menengah (RPJM) yang diberikan pemerintahan sebelumnya sudah mulai mengakomodasi sektor maritim yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo lima tahun ke depan. "Penyesuaiannya gampang, tinggal menambah bobot penekanan," ujarnya. (Baca: Ekonom: Menko Perekonomian, Segera Ajukan RAPBN-P 2015)

    JAYADI SUPRIADIN

    Terpopuler
    Eva Sundari Kecewa Tak Jadi Menteri Jokowi 
    Ada 5 Kandidat Jaksa Agung, Siapa Dipilih Jokowi? 
    Nama Susi Jadi Trending Topic di Twitter
    Ditawari Tiga Pos, Kenapa Tjahjo Pilih Kemendagri? 
    Dipisah, Kemendikud Tak Berubah Nama

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.