SKK Migas Minta Perizinan Eksplorasi Dipangkas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja saat melakukan pelobangan sumur di wilayah North Kutai Lama (NKL) 966, Anggana, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (25/1). Pertamina EP (Persero) Sangasanga Tarakan mencapai 7690 barel perhari atau 127% terhadap target sebesar 6.070 barel per hari. Selanjutnya tahun 2012, Pertamina EP menargetkan untuk bisa memproduksikan minyak dari Sangasanga dan Tarakan sebesar 8.144 barel perhari. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah pekerja saat melakukan pelobangan sumur di wilayah North Kutai Lama (NKL) 966, Anggana, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (25/1). Pertamina EP (Persero) Sangasanga Tarakan mencapai 7690 barel perhari atau 127% terhadap target sebesar 6.070 barel per hari. Selanjutnya tahun 2012, Pertamina EP menargetkan untuk bisa memproduksikan minyak dari Sangasanga dan Tarakan sebesar 8.144 barel perhari. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Surakarta - Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Johanes Widjonarko meminta penyederhanaan perizinan kegiatan eksplorasi. "Aktivitas lapangan, seperti eksplorasi, butuh banyak izin. Kalau bisa disederhanakan, sehingga tidak menghambat," katanya di sela pertemuan Himpunan Ahli Geofisika Indonesia di Surakarta, Selasa, 14 Oktober 2014. (Baca juga: Dua Hari Lagi, IKEA Buka Toko di Indonesia)

    Ia menjelaskan, perlu kerja sama dan sinergi antara SKK Migas dan instansi lain untuk meningkatkan eksplorasi migas, terutama lembaga yang berwenang menerbitkan perizinan. Jika eksplorasi meningkat, target produksi bisa dinaikkan. Saat ini target produksi minyak nasional sebesar 818 ribu barel per hari. "Satu-satunya jalan untuk menaikkan target produksi minyak adalah dengan eksplorasi. Eksplorasi harus digalakkan." (Berita lain: Pertamina Pasok Gas Rumah Tangga di Jababeka)

    Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Eddy Hermantoro mengatakan pemerintah berusaha mencari dan menemukan daerah yang berpotensi untuk dijadikan lokasi pengeboran minyak bumi. "Pemerintah berupaya mempermudah dan memberi insentif untuk menambah cadangan minyak Indonesia," katanya. (Berita lain: Rugi, RNI Ingin Bangun Pabrik Gula Rafinasi )

    UKKY PRIMARTANTYO

    Terpopuler
    Sri Mulyani Calon Menteri, DPR: Rakyat Dikibuli 
    Kabinet Jokowi, Nama Sri Mulyani dan Jonan Mencuat
    Zuckerberg ke Jokowi, Blusukan Itu Apa?
    Fahri Hamzah Kritik Popularitas Jokowi di Internet  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.