Bank Mandiri Uji Penyaluran BLT dengan E-Money  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bantuan Langsung Tunai. TEMPO/Tony Hartawan

    Bantuan Langsung Tunai. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Mikro and Retail Banking Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan kantornya tengah menguji penyaluran dana bantuan Program Keluarga Harapan melalui uang elektronik (e-money) dengan memanfaatkan agen layanan keuangan digital (LKD). (Baca: Tahun Ini, BLT Disalurkan dengan Uang Elektronik)

    Dalam penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), agen Mandiri bertugas sebagai lembaga pembayar. "Penerima akan langsung mendapatkan dana bantuan yang ditransfer oleh bank ke nomor telepon seluler penerima," kata Hery di Kelurahan Tugu Selatan, Jakarta Utara, Rabu, 8 Oktober 2014.

    Penerima BLT akan mendapat informasi melalui pesan pendek (SMS) jika dananya telah ditransfer ke rekening e-money. Penerima dapat mengecek langsung melalui menu Mandiri E-Cash yang berada di telepon selular. Setelah itu, penerima dapat menarik dana itu melalui agen LKD Bank Mandiri. (Baca: Rp 25,6 Triliun, Bantuan Untuk Orang Miskin)

    Dalam uji coba kali ini, Bank Mandiri melayani 82 keluarga sangat miskin penerima BLT di wilayah Koja, Jakarta Utara. Uji coba berikutnya akan dilakukan di Cirebon, Jawa Barat, dan Kupang, Nusa Tenggara Timur. Secara total, Bank Mandiri akan melayani 1.343 keluarga sangat miskin di tiga kota di Indonesia.

    Hery menuturkan penyaluran dana bantuan melalui e-money adalah upaya mendukung program Gerakan Nasional Non-Tunai yang dicanangkan Bank Indonesia. Cara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam bertransaksi sehingga menjadi lebih efisien dan efektif. (Baca: Bank Dunia Sarankan BLT)

    MAYA NAWANGWULAN


    Berita Terpopuler
    Koalisi Jokowi Sukses Rayu DPD, Siapa Dalangnya?  
    Kasus Bunuh Diri di Menara BCA, Keluarga Histeris  
    Pria Loncat dari Menara BCA, Apa Penyebabnya?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.